Pemerintah Pangkas Jatah Impor Minyak Mentah Pertamina

    Suci Sedya Utami - 14 Januari 2020 17:22 WIB
    Pemerintah Pangkas Jatah Impor Minyak Mentah Pertamina
    Pertamina. Foto : MI/SAFIR MAKKI.
    Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas jatah impor minyak mentah (crude oil) PT Pertamina (Persero) pada 2020. Di sisi lain, Pertamina diminta lebih agresif untuk menyerap minyak mentah dalam negeri.

    Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan pihaknya mengurangi jatah impor Pertamina sebanyak delapan ribu barel per hari (bph) atau sekitar 30 juta barel untuk 2020. Biasanya, Pertamina meminta jatah impor 80 juta barel setahun.

    "Sekitar 80 ribu bph belum berhasil kita beli. (Makanya) Impor minyak mentahnya Pertamina saya kurangi 8.000 bph per hari selama 2020," kata Djoko di kantor Ditjen Migas, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Januari 2020.

    Sementara itu, tahun lalu penyerapan crude Pertamina dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di tahun lalu mencapai 120 ribu bph. Pemerintah ingin penyerapan tersebut lebih meningkat sehingga diharapkan bisa menekan devisa lebih banyak.

    Oleh karenanya Djoko ingin agar Pertamina bisa segera mencapai kata sepakat dalam melakukan negosiasi dengan KKKS untuk pembelian crude dalam negeri.

    "Supaya dia berupaya membeli (di dalam negeri), negosiasi produksi yang belum berhasil dibeli," tutur Djoko.

    Sebelumnya, Pertamina membutuhkan minyak mentah sekitar 6-7 juta barel per bulan di 2020, atau sama seperti tahun lalu. Jenis minyak yang diimpor yakni light crude dan medium crude, di luar minyak mentah jenis Arabian Light Crude.

    Dilihat dari pengiriman negara, Pertamina mengimpor minyak mentah sebesar tiga juta barel per bulan biasanya berupa Arabian Light Crude dari Timur Tengah.

    Selain itu, Senior Vice President Integrated Supply Chain Pertamina Hasto Wibowo pernah mengatakan bahwa pihaknya akan mengimpor minyak mentah sebanyak 950 ribu barel per bulan dari Amerika Serikat pada 2020.

    Tahun lalu, Pertamina mengimpor minyak dari Negeri Paman Sam sebanyak dua kali pengapalan pada Juni dan November dengan volume masing-masing 650 ribu bph. Impor minyak tersebut untuk menutup kebutuhan Kilang Cilacap.

    “Tahun depan, term (jangka waktu impor) Februari hingga Juni sebesar 950 ribu barel per bulan,” ujar dia.

    Dia menjelaskan, penambahan volume impor dari Amerika Serikat bukan berarti impor minyak mentah perseroan secara umum meningkat. Peningkatan volume disebabkan perseroan mengimpor untuk menutup kebutuhan base load kilang pada tahun depan. Base load kebutuhan minyak mentah tahun depan yakni 950 ribu barel per bulan.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id