PLN Suplai Listrik 412 Juta VA ke Smelter di Sultra

    Ade Hapsari Lestarini - 02 Oktober 2019 12:11 WIB
    PLN Suplai Listrik 412 Juta VA ke <i>Smelter</i> di Sultra
    PLN suplai listrik 412 juta VA ke smelter PT Ceria di Sultra. FOTO: dok istimewa.
    Jakarta: PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sulawesi Selatan, Tenggara, Barat (Sulselrabar) menandatangani amandemen Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dengan PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) berkapasitas 412 juta volt ampere (VA. Perusahaan tambang yang sepenuhnya dimiliki oleh Indonesia ini tengah membangun pabrik pemurnian (smelter) feronikel di Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

    Smelter feronikel PT Ceria memiliki kapasitas input bijih nikel sebesar lima juta ton dan output dalam bentuk feronikel sebesar 230 ribu ton dengan kadar nikel 22-24 persen per tahun.

    Penandatanganan amandemen SPJBTL tersebut dilakukan di Ruang Rapat Paiton, Kantor Pusat PLN dan ditandatangani oleh General Manager PLN UIW Sulselrabar Ismail Deu dengan Direktur Utama PT Ceria Nugraha Indotama Derian Sakmiwata pada Selasa, 1 Oktober 2019. Direktur Bisnis PLN Regional Sulawesi dan Kalimantan Syamsul Huda turut hadir dan menyaksikan acara tersebut.

    Syamsul Huda mengatakan penandatanganan amandemen SPJBTL ini merupakan salah satu bentuk pelayanan dan dukungan penuh PLN terhadap pertumbuhan industri smelter di Indonesia, salah satunya smelter PT Ceria.

    "Kita sangat mengapresiasi kerja sama ini, karena saling membutuhkan. Pelanggan membutuhkan PLN, begitu pula sebaliknya. PLN ingin maju bersama dengan stakeholder. Mari saling membantu agar kerja sama ini dapat sustain," ujar Huda, dalam keterangan resminya, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Menurut Huda, PT Ceria Nugraha Indotama merupakan pelanggan PLN dengan layanan khusus premium platinum. Ini merupakan bentuk pelayanan PLN untuk memberikan mutu, garansi, dan tingkat kualitas layanan terbaik.

    "Layanan premium platinum ini artinya PLN memberikan suplai listrik dua sistem yang berbeda untuk menjaga keandalan listrik dan memberikan jaminan kontinuitas pasokan listrik selama 24 jam sehari kepada smelter PT Ceria," jelasnya.

    Realisasi penyaluran tenaga listrik sebesar 412 juta VA untuk smelter PT Ceria Nugraha Indotama ini akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebesar 118 juta VA akan direalisasikan Desember 2020. Tahap kedua sebesar 294 juta VA akan direalisasikan Desember 2021.

    Adapun pasokan listrik untuk smelter PT Ceria dipastikan tidak akan mengalami hambatan, seiring keberhasilan PLN mewujudkan interkoneksi sistem kelistrikan antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

    Capaian ini ditandai melalui keberhasilan pengoperasian tegangan satu jalur terhadap jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV) yang terbentang dari Wotu (Sulawesi Selatan) hingga Kendari (Sulawesi Tenggara) sejak 19 September 2019.

    Berlokasi di Gardu Induk Malili dan Lasusua, pengoperasian ini berhasil mengoptimalkan sistem kelistrikan wilayah Sulawesi bagian selatan. Tidak hanya itu, ini juga meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem kelistrikan Sulawesi Tenggara. Sementara surplus daya sebesar 400 megawatt (mw) di Sulawesi Selatan, kini dapat terpasok ke sistem Sulawesi Tenggara.

    Interkoneksi ini merupakan buah dari penyelesaian pembangunan yang meliputi 1.265 menara jaringan transmisi dan enam gardu induk. Semua fasilitas itu membentang dari Wotu, Malili, Lasusua, Kolaka, Unaaha, hingga Kendari.

    "Dalam waktu singkat, pengoperasian tegangan akan dilanjutkan terhadap jalur kedua. Kami berharap dukungan dari seluruh pihak terkait dapat berlanjut guna meningkatkan keandalan interkoneksi ini," jelas Huda.

    Sementara itu Direktur Utama PT Ceria Nugraha Indotama Derian Sakmiwata mengapresiasi langkah PLN yang mendukung dan menjamin pasokan listrik smelter PT Ceria. "Kami sangat mengapresiasi dukungan PLN yang siap menyuplai listrik dengan daya besar untuk mendukung industri smelter kami," jelasnya.

    Selain dukungan PLN, Derian juga berharap smelter PT Ceria mendapat dukungan penuh dari semua pihak, utamanya pemerintah, baik di daerah maupun ditingkat pusat. "Kami berkeyakinan, industri smelter kami akan cepat beroperasi sesuai jadwal yang direncanakan jika didukung ketersediaan pasokan listrik yang memadai," paparnya.

    Smelter PT Ceria, kata Derian, akan mengadopsi teknologi rotary kiln electric furnace (RKEF) dengan total kapasitas smelter yang direncanakan sebesar 4x72 megavolt ampere (MVA). Dia berharap kedepannya PLN lebih maju lagi dalam mengembangkan jaringan listrik di Tanah Air.

    "Kami juga berharap PLN dapat menambah wawasan terhadap situasi kelistrikan untuk industri nikel, misal melalui seminar seperti Asian Nickel Conference. Kami sangat senang dan berterima kasih terhadap PLN atas dukungan dan respons yang sangat baik terhadap kami," pungkas Derian Sakmiwata.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id