Pertamina Berharap Ahok Bawa Perubahan

    Suci Sedya Utami - 25 November 2019 20:08 WIB
    Pertamina Berharap Ahok Bawa Perubahan
    Pertamina. Foto : MI/SAFIR MAKKI.
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) menanti arahan strategis yang akan diberikan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok telah resmi menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina.

    Vice President (VP) Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan sejak diangkat dan menerima penugasan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nomor 282 tahun 2019, Ahok langsung melakukan konsolidasi bersama jajaran dewan komisaris dan direksi perseroan.

    "Iyalah konsolidasi sudah kayaknya sih tadi sempat datang ke kantor namun saya belum cek lagi," kata Fajriyah pada Medcom.id di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Senin, 25 November 2019.

    Fajriyah pun mengamini harapan banyak pihak dengan keberadaan Ahok yang dianggap bisa membawa perbaikan bagi Pertamina. Dia tidak memungkiri pasti akan ada perubahan dinamika di bawah pengawasan mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

    "Yang jelas setiap kali ada perubahan kita harapkan menuju hal yang lebih baik. Nanti kita lihat seperti apa di bawah kepemimpinan Pak Ahok," tutur dia.

    Perseroan juga menunggu gebrakan yang akan dilakukan oleh Ahok. Apalagi tugas komisaris yakni mengawasi jalannya pengelolaan perusahaan dan memberikan arahan dan saran strategis. Arahan tersebut diharapkan akan membawa kinerja Pertamina makin meningkat terutama dari sisi produksi minyak dan gas sesuai harapan banyak pihak.

    "Kita lihat nanti arahan strategisnya seperti apa, contohnya investasi hulu harus diperbesar dan sebagainya untuk bisa meningkatkan produksi," jelas Fajriyah.

    Sebelumnya Kepala Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Toto Pranoto mengungkapkan tantangan yang akan dihadapi oleh Basuki Tjahaja Purnama sebagai Komisaris Utama Pertamina, yakni meningkatkan produksi minyak yang belum berhasil mencapai target dalam beberapa tahun terakhir.
     
    "Ini berarti harus meningkatkan usaha eksplorasi dan terhadap eksploitasi, baik onshore maupun offshore," kata Toto pada Media Indonesia.
     
    Ahok sebagai Komisaris Utama, sambung Toto, harus bisa memastikan Rencana Jangka Panjang (RJP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan dilaksanakan sesuai dengan target.

    Untuk mencapai itu, Toto menilai diperlukan teknologi mutakhir dengan investasi yang cukup besar diikuti dengan risiko yang tinggi, sehingga dibutuhkan pengawasan yang kuat dari Dewan Komisaris.
     
    Tak hanya itu, tugas Ahok lainnya yakni mengamankan dan memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam kondisi yang aman disertai dengan sedikit impor.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id