Gas Murah Jadi Prioritas PGN di Bawah Pengawasan Arcandra Tahar

    Suci Sedya Utami - 22 Januari 2020 05:40 WIB
    Gas Murah Jadi Prioritas PGN di Bawah Pengawasan Arcandra Tahar
    Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar. Foto : Medcom.
    Jakarta: Perusahaan Gas Negara (PGN) telah membuat daftar beberapa program prioritas di bawah pengawasan Komisaris Utama yang baru Arcandra Tahar di tahun ini.

    Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan salah satu yang strategis yakni terkait dengan kebijakan harga gas yang murah bagi industri. Dia bilang program tersebut dituangkan dalam Rancangan Kerja Perusahaan (RKP) 2020.

    "Kami tentu akan konsultasi dengan beliau (Arcandra) sesuai dengan harapan pemerintah. Karena beliau juga sudah punya background di oil and gas," kata Gigih di kantor pusat PGN, Jakarta, Selasa, 21 Januari 2020.

    Selain itu program strategis lainnya yang difokuskan perusahaan yakni pembangunan jaringan gas (jargas) yang memang menjadi mandat pemerintah pada PGN. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menargetkan pembangunan jargas sebesar 10 juta saluran rumah tangga (SR) hingga 2024. Tahun ini PGN akan menyelesaikan pembangunan jargas untuk 700 ribu sambungan.

    "Tentunya kami juga akan konsultasi bagaimana nanti bisa merealisasikan sesuai dengan target pemerintah," tutur dia.

    Kemudian, lanjut Gigih, yakni pembangunan pipa-pipa transmisi maupun distribusi gas. Apalagi mengingat Kementerian ESDM telah memberikan penugasan pada PT Pertamina (Persero) selaku holding gas untuk memasok dan membangun infrastruktur gas utamanya gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) demi menjamin pembangkit listrik.

    "Penugasan kepada Pertamina Group termasuk PGN dan Pertagas untuk bisa membantu PLN untuk percepatan konversi dari pembangkit yang menggunakan bahan bakar solar ke gas maupun LNG. Ini jadi fokus kami karena hanya diberikan waktu dua tahun untuk merealisasikan," jelas Gigih.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Infrastruktur dan Teknologi Redy Ferryanto mengatakan PGN juga akan menyuplai gas ke kilang PT Trans Pacific Petrochemical Indonesia (TPPI) yang mayoritas sahamnya kini telah dimiliki oleh Pertamina. Selain itu PGN juga akan menyuplai gas ke Kilang Balongan serta menyelesaikan pembangunan infrastruktur LNG di Teluk Lamong.

    "Kalau tidak salah sekitar 40 Mmscfd, lalu akan beroperasi sekitar Mei atau Juni tahun ini," kata Redy.

    Sampai akhir 2019, PGN telah menyalurkan gas bumi  kurang lebih 3.000 BBTUD untuk melayani lebih dari 359 ribu pelanggan di 63 kota/ kabupaten, dengan cakupan infrastrukur pipa gas bumi lebih dari 10.500 km. Termasuk jaringan gas untuk melayani sektor rumah tangga sepanjang lebih dari 3800 km.

    PGN pun merencanakan proyeksi strategis yang hendak direalisasikan di 2020. PGN menargetkan untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi secara masif. Hal ini dalam rangka memenuhi kebutuhan energi domestik yang semakin meningkat dan berperan dalam mengurangi defisit neraca migas.  

    Target pengembangan infrastruktur gas untuk 2020 akan difokuskan untuk Pembangunan terminal gas alam cair atau (liquefied natural gas/ LNG) dengan kapasitas 40 BBTUD dan LNG filling dengan kapasitas 10 BBTUD di Teluk Lamong agar bisa menjangkau wilayah baru di Jawa Timur, penyelesaian transmisi Gresik-Semarang dan pengembangan infrastruktur distribusi di Sumatera Jawa, pengembangan jargas rumah tangga di 49 wilayah Kota/Kabupaten, serta gasifikasi kilang minyak terutama Kilang Cilacap dan Kilang Balikpapan.

    PGN akan mengembangkan bisnis-bisnis baru dengan harapan dapat lebih meningkatkan volume gas. Maka dari itu, Gigih juga mengarahkan untuk meningkatkan efisiensi pada seluruh program kerja PGN. Dukungan dari Pemerintah dan seluruh stakeholder diperlukan untuk mencapat target-target ini.

    Selama ini, PGN juga melaksanakan mandat pemerintah untuk membangun infrastruktur jargas rumah tangga. Di 2020, pembangunan jargas menggunakan anggaran APBN akan dibangun sebanyak 266.070 SR. Selain itu, PGN juga mengembangkan Jargas Kita Mandiri dengan target 50 ribu SR di 16 wilayah Kota/Kabupaten.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id