Pertamina Siap Efisienkan Biaya Bangun Kilang

    Suci Sedya Utami - 12 November 2019 20:19 WIB
    Pertamina Siap Efisienkan Biaya Bangun Kilang
    Ilustrasi. Foto ; AFP.
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) siap melaksanakan amanat pemerintah dalam mengevaluasi seluruh proyek kilang agar lebih cepat dan efisien. Sebab proyek kilang saat ini dinilai masih memakan waktu lama dan menghabiskan biaya yang tinggi.

    VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan pihaknya pun sedang melakukan upaya percepatan dalam membangun kilang. Ia bilang penyelesaian proyek kilang juga dilakukan secara bertahap.

    Fajriyah bilang pembangunan kilang dilakukan secara paralel yang penyelesaiannya berbeda satu tahun dari masing-masing proyek. Penyelesaian tersebut ada yang bisa dilakukan sejak 2022 hingga terakhir 2027.

    "Terus percepatan kayak misalnya dual competition itu sudah dilakukan kemarin, sudah dipercepat satu tahun. Kemudian pengadaan juga dilakukan paralel, dual management, perizinan terus diurus," kata Fajriyah di Jakarta, Selasa, 12 November 2019.

    Ia bilang Pertamina akan melakukan berbagai macam upaya untuk mempercepat pembangunan kilang dan efisiensi untuk kilang tersebut. Ia bilang jika proyek bisa dipercepat, maka biaya otomatis bisa berkurang. Fajriyah mengatakan efisiensi dilakukan dari segi waktu dan juga biaya.

    "Dengan efisiensi waktu, itu semakin banyak cost yang bisa ditekan," jelas dia.

    Sebelumnya Menko Maritim dan Investasi Luhut B Pandjaitan meminta PT Pertamina (Persero) untuk mengevaluasi seluruh proyek kilang baik yang revitaliasasi atau refinary development master plan (RDMP) maupun baru akan dibangun atau grassroot refinary (GRR).

    Luhut mengatakan proyek-proyek tersebut bisa menghabiskan dana hingga USD60 miliar atau sekitar Rp843,6 triliun. Evaluasi dilakukan agar investasinya bisa ditekan dan lebih efisien.

    Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang mengatakan ada empat proyek RDMP dilakukan percepatan. Di antaranya Kilang Balikpapan, Kilang Balongan, Kilang Cilacap dan Kilang Dumai.

    Tallulembang menjelaskan untuk Kilang Balikpapan pihaknya bakal mengumumkan calon mitra strategis yang akan membantu pembangunan dalam rangka pengembangan kapasitasnya. Ia mengatakan nama-nama calon mitra pun telah mengerucut dari 60 calon mitra kerja strategis yang kemudian disaring menjadi 20, terakhir menyisakan empat calon mitra.

    Ia menjanjikan akan mengumumkan calon mitra terpilih di bulan depan. Tallulembang mengatakan penetapan mitra tersebut bahkan lebih cepat dari pada target awal di April 2020. Pihaknya menargetkan Kilang Balikpapan tahap pertama bisa beroperasi di Juni 2023. Sedangkan untuk tahap kedua paling lambat bisa beroperasi pada 2026.

    "Desember sudah akan terpilih equity partner. Salah satu kado ulang tahun Pertamina di 10 Desember yakni terpilihnya partner untuk Balikpapan," kata Tallulembang.

    Kedua, Kilang Balongan juga siap untuk dilakukan penandatanganan kontrak untuk teknik pengadaan dan konstruksi atau engineering, procurement and construction (EPC). Pembangunan kilang ini di tahap pertama ditargetkan rampung pada 2022.

    Ketiga proyek Kilang Cilacap, Tallulembang mengatakan pihaknya bersama Saudi Aramco menyepakati untuk menyelesaikan perhitungan valuasi aset dari rencana revitalisasi kilang tersebut di Desember. Setelah valuasi selesai, dia bilang, tahapan selanjutnya akan masuk ke engineering. Ia bilang penandatanganan tahapan engineering diharapkan bisa dilakukan di awal 2020.

    Keempat yakni proyek Kilang Dumai yang juga telah melaqkukan penjajakan dengan calon mitra dan ditargetkan untuk penandatanganan kontrak pada Desember. Kilang Dumai memerlukan investasi sebesar USD 5 miliar-USD8 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai pad 2027.

    Sementara untuk proyek GRR Kilang Tuban, kata Tallulembang, akan ada reklamasi untuk menambah lahan. Dia bilang proyek tersebut ditargetkan selesai dibangun di 2026.

    Untuk Kilang Tuban, dia bilang saat ini telah masuk pada tahap frame work agreement dan pengadaan lahan. Dia bilang pembangunannya ditargetkan kelar pada 2026.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id