Peningkatan Produksi Migas Jadi PR Menteri ESDM Baru

    Suci Sedya Utami - 11 Oktober 2019 20:20 WIB
    Peningkatan Produksi Migas Jadi PR Menteri ESDM Baru
    Ilustrasi. FOTO: AFP.
    Jakarta: Pengamat energi dari Reforminer Institute Komaidi Notonegoro berharap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di pemerintahan presiden-wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin bisa meningkatkan cadangan dan produksi minyak dan gas bumi (migas).

    "Utamanya meningkatkan cadangan dan produksi migas. Jika itu dapat dilakukan saya kira sudah bagus," kata Komaidi pada Medcom.id, Jumat, 11 Oktober 2019.

    Seperti diketahui, Jokowi dan Ma'ruf bakal dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 pada Minggu, 20 Oktober mendatang. Untuk membantu kerjanya di pemerintahan, Jokowi telah memilih dan menyiapkan nama-nama calon menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II. Jokowi pun sudah membocorkan gambaran calon menterinya. Namun dirinya belum mau mendetailkan nama para pembantunya tersebut.

    Di sisi lain, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan dari 128 cekungan atau lapangan migas yang ada di tanah air, baru 54 cekungan yang baru dieksplor.

    Dari angka tersebut baru 18 cekungan yang telah berproduksi. Artinya masih banyak cekungan yang masih belum dieksplorasi. SKK Migas menyatakan lapangan-lapangan itu memiliki potensi minyak sebesar 7,5 miliar barel.

    "Dari 74 cekungan belum tersentuh, ada potensi minyak 7,5 miliar barel. Jadi masih ada di dalam sana potensi yang sangat besar," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

    Dwi mengatakan jika potensi cadangan minyak tersebut bisa diproduksi, maka Indonesia bisa kembali ke masa keemasan produksi migas. Indonesia mulai mengalami penurunan produksi migas sejak era 90-an. Saat ini produksi minyak Indonesia mentok di angka 700-an barel per hari.

    Sementara untuk meningkatkan produksi, penggunaan teknologi enhanced oil recovery (EOR) pun mulai diterapkan mulai 2020. Teknologi tersebut diharapkan bisa langsung berpengaruh pada peningkatan produksi migas di 2023.

    "EOR kita harapkan bisa langsung berpengaruh pada 2023 dan kemudian eksplorasi," kata Dwi.

    Selain itu Dwi menjelaskan apabila penurunan bisa diperkecil, maka harapannya target produksi minyak satu juta barel di 2030 bisa tercapai.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id