Legislator Dorong Penurunan Harga Gas Industri

    Antara - 06 Desember 2019 14:04 WIB
    Legislator Dorong Penurunan Harga Gas Industri
    Ilustrasi. FOTO: MI/ARYA MANGGALA
    Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendorong optimalisasi konsumsi gas untuk kebutuhan industri dalam negeri, salah satunya untuk industri pupuk dan petrokimia. Hal itu dianggap penting karena sektor ini yang mengkonsumsi gas dalam jumlah besar.

    "Indonesia sebenarnya banyak menghasilkan gas, yang harusnya bisa dioptimalkan untuk konsumsi domestik. Untuk itu harga gas agar bisa dturunkan agar industri pupuk dan petrokomia lebih efisien," kata Anggota Komisi VII DPR RI Ratna Juwita Sari, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat, 6 Desember 2019.

    Untuk itu, menurut Juwita, pemerintah perlu menekan harga gas industri agar produksi pupuk nasional bisa berjalan dengan baik, "Kalau kita masih defisit bagaimana caranya ekspor? Kalau dilihat dari neraca gas akan lebih bijaksana jika pemerintah menunda kenaikan harga gas sesuai dengan Perpres 40 Tahun 2016," katanya

    Dengan menekan harga gas agar industri tersebut mendapatkan angka yang lebih efisien, sehingga bisa memperkuat ketahanan pangan nasional.

    "Kebijakan harga, kalau melihat skema yang disampaikan produsen pupuk, Indonesia mematok harga yang lebih tinggi dibandingkan negara lain. Apakah ada kemungkinan menekan harga tanpa mengorbankan sisi yang lain? Kalau memang ada peluang ekplorasi gas bumi demi penuhi pasokan domestik, kira-kira apakah sudah dipikirkan pasca-tambangnya," ujarnya.

    Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Rudy Mas’ud menyampaikan, ada sedikit permasalahan yang tidak sinkron dan harus segera diselesaikan terkait kebutuhan pasokan gas untuk pabrik pupuk. Sementara untuk kebutuhan pasokan gas di beberapa pabrik pupuk di masing-masing wilayah memang berbeda-beda.

    "Apabila kontrak gasnya dipabrik itu berakhir pada 2021 dan 2022 dan tidak segera diantisipasi maka pabrik pupuk tersebut akan berhenti beroperasi,” ujar Rudy.

    Karena itu, Rudy mendorong agar keadilan dalam melaksanakan kegiatan harga oleh pemerintah. Ia menegaskan untuk pupuk subsidi harus juga menggunakan gas bersubsidi. Hal ini supaya pabrik pupuknya tetap bisa eksis beroperasi dan menghasilkan profit.

    "Sementara untuk pupuk yang diekspor, gas yang digunakan adalah gas yang tidak disubsidi, agar perusahaan gasnya bisa tetap hidup," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id