PLTP Muara Laboh Bakal Aliri Setrum Listrik ke 340 Ribu RT

    Suci Sedya Utami - 16 Desember 2019 09:21 WIB
    PLTP Muara Laboh Bakal Aliri Setrum Listrik ke 340 Ribu RT
    Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Foto ; AFP.
    Jakarta: PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML), perusahaan patungan PT Supreme Energy, ENGIE dan Sumitomo Corp mengumumkan operasi komersial (COD) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh Tahap-1 yang berlokasi di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

    PLTP Muara Laboh Tahap-1 memiliki kapasitas 85 megawatt (MW). Pembangkit ini akan memasok listrik ke jaringan di Sumatera milik PT PLN (Persero) yang dapat didistribusikan ke sekitar 340.000 rumah tangga.

    PT Supreme Energy memulai studi pendahuluan dalam proyek pengembangan PLTP Muara Laboh pada tahun 2008, dilanjutkan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) pada tahun 2012 dan dilanjutkan dengan kegiatan eksplorasi. Total investasi untuk pengembangan tahap-1 ini mencapai USD580 juta setara dengan Rp8,1 triliun.

    Saat ini, PT Supreme Energy juga dalam tahap pembicaraan dengan PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk pengembangan Tahap-2 dengan kapasitas 65 MW. Pengembangan ini membutuhkan investasi USD400 juta setara Rp5,59 triliun dan akan segera dimulai setelah negoisasi PPA selesai.

    Founder & Chairman PT Supreme Energy, Supramu Santosa mengatakan COD PLTP Muara Laboh Tahap-1 dan rencana pengembangan Tahap-2 merupakan bukti komitmen yang sangat kuat dari Supreme Energy dan mitra internasionalnya terhadap pengembangan energi panas bumi di Indonesia untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam mencapai sasaran bauran energi 2025.

    "Kami sangat menghargai atas dukungan yang kuat dan terus menerus dari Pemerintah, PLN dan masyarakat Solok Selatan khususnya selama kegiatan eksplorasi dan pengembangan," ujar Supramu dalam keterangan resmi, Senin, 16 Desember 2019.

    Saat ini, PT Supreme Energy juga sedang membangun Proyek PLTP Rantau Dedap berkapasitas 90 MW di Sumatera Selatan. Proyek pengembangan yang digarap oleh PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD) ini dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2020. Untuk menyelesaikan proyek ini, SERD akan berinvestasi sekitar USD700 juta setara Rp9,78 trili6m

    Selain itu, melalui PT Supreme Energy Rajabasa (SERB), PT Supreme Energy juga sedang mempersiapkan program eksplorasi untuk Wilayah Kerja Panas bumi Gunung Rajabasa yang berlokasi di Wilayah Kabupaten Lampung Selatan Propinsi Lampung. Kegiatan eksplorasi akan dimulai segera setelah negoisasi perpanjangan PPA dengan PLN selesai.
     
    SEML dan SERB merupakan perusahaan patungan yang terdiri dari PT Supreme Energy, ENGIE dari Prancis dan Sumitomo Corp dari Jepang. Sedangkan SERD adalah perusahaan patungan dari PT Supreme Energy, ENGIE, Marubeni Corp dari Jepang dan Tohoku Electric Power of Japan.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id