Pertamina EP Terapkan Percobaan Injeksi Polimer di Lapangan Tanjung

    Suci Sedya Utami - 06 September 2019 10:48 WIB
    Pertamina EP Terapkan Percobaan Injeksi Polimer di Lapangan Tanjung
    Pertamina EP Terapkan Tanjung Polymer Field Trial. FOTO: dok Pertamina EP.
    Jakarta: PT Pertamina EP menggunakan berbagai startegi dalam mengupayakan dan memaksimalkan produksi minyak dan gas nasional guna mencapai target yang telah ditetapkan. Salah satu strategi yang diterapkan yakni menggunakan metode Enhanced Oil Recovery (EOR).

    Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf dalam dalam ajang IPA Convex ke-43 mengatakan pengembangan lapangan minyak akan selalu melalui tiga tahapan yaitu primary, secondary, dan tertiary. Lapangan-lapangan Pertamina EP telah melalui proses primary dan sekarang sedang menuju proses secondary dan tertiary.

    "Dengan minyak tersisa sebesar 8,2 BSTB, implementasi pattern waterflood dan EOR akan mengoptimalkan produksi minyak dan penambahan cadangan," kata Nanang, di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 5 September 2019.

    Nanang menjelaskan Pertamina EP telah memulai implementasi chemical EOR berupa polymer di Lapangan Tanjung pada Desember 2018, setelah sebelumnya melakukan kajian pada 2016 dengan bantuan pakar-pakar dari Institut Teknologi Bandung.

    Teknologi injeksi polimer merupakan teknologi yang telah terbukti dan telah diimplentasi lebih dari 30 tahun di berbagai lapangan minyak di dunia dengan rata-rata peningkatan Recovery Factor (RF) sebesar 5-10 persen terhadap original oil in place (OOIP).

    "Pertamina EP sangat optimistis melakukan waterflood dan EOR," tutur Nanang.

    Berdasarkan perkiraan, produksi kumulatif minyak diharapkan sebesar 245 million stock tank barrels (MMSTB) melalui waterflood dengan puncak produksi sebesar 60 ribu barel minyak per hari (bopd) pada 2026. Sedangkan tahap tertiary akan menghasilkan produksi kumulatif sebesar 133 MMSTB dengan puncak produksi sebesar 30 ribu bopd pada 2030," jelas Nanang.

    Dalam lima tahun terakhir, ada beberapa lapangan di dunia yang sudah melakukan proyek polymer flooding di antaranya adalah Venezuela (2017), Brasil (2017), dan Suriname (2014-2016). Di Indonesia, terdapat empat KKKS yang sudah menerapkan chemical EOR yaitu Chevron, Medco, CNOOC, dan Pertamina. Dalam waktu lima tahun ke depan, Pertamina EP akan melakukan pilot dan full scale chemical EOR di lima struktur, yaitu Lapangan Tanjung, Sago, Rantau, Jirak dan Limau, dan CO2 flooding di tiga struktur, yaitu Sukowati, Jatibarang, dan Ramba.

    Proyek percobaan injeksi polimer di Lapangan Tanjung atau Tanjung Polymer Field Trial di Lapangan Tanjung ini dimaksudkan untuk meningkatkan produksi Lapangan Tanjung melalui tahap secondary recovery dari optimisasi waterflood serta tertiary recovery dengan teknologi chemical EOR, baik dari fase pilot maupun full scale. Adanya optimisasi waterflood diproyeksikan mampu menaikkan recovery factor lapangan Tanjung dari 24,05 persen menjadi 27,25 persen pada 2035.

    Sedangkan untuk injeksi polimer di Pattern 12 Lapangan Tanjung diharapkan diperoleh oil gain sampai dengan 45 MSTB pada 2021 dan penurunan water cut sumur-sumur monitor sebesar lima persen. Desain injeksi dibuat dengan kebutuhan polymer sebanyak 70 ton, volume larutan polymer yang diinjeksikan adalah 200 ribu barrel dengan konsentrasi 2.000 ppm dan laju injeksi sebesar 1.000 barel per hari.

    Lapangan Tanjung dipilih dengan menggunakan polymer karena karakter low recovery faktor dan high level dari cadangan heterogen. Saat ini Tanjung Polymer Field Trial telah memasuki fase ketiga.

    "Diharapkan dengan adanya polymer ini , dalam jangka waktu dua tahun akan dapat diperoleh penambahan minyak sebesar 45 ribu BOPD," pungkas Nanang.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id