• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 19 SEP 2018 terkumpul RP 19.955.605.901

RUPTL Diteken, 10 Tahun Mendatang Pembangunan Pembangkit 56.024 MW

Annisa ayu artanti - 13 Maret 2018 20:01 wib
Listrik (ANT/Rosa Panggabean).
Listrik (ANT/Rosa Panggabean).

Jakarta: Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027 pemerintah merancang sepuluh tahun mendatang pembangunan pembangkit listrik hanya 56.024 Megawatt (MW). Rancangan pembangunan itu lebih rendah dari pada RUPTL 2017-2026 sebanyak 77.873 MW.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan asumsi pembangunan pembangkit itu ditaruh dalam RUPTL lantaran melihat proyeksi rata-rata pertumbuhan kebutuhan listrik yang diperkirakan selama sepuluh tahun mendatang hanya 6,86 persen. Sedangkan pada RUPTL 2017-2026 sebesar 8,3 persen.

"RUPTL 2018-2027 sudah dieksekusi pemerintah. Tidak banyak berubah, proyeksi pertumbuhan 6,86 persen. Total rencana pembangunan pembangkit 56 Gigawatt (GW)," kata Jonan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa, 13 Maret 2017.

Selain itu, Jonan juga menyebutkan, target bauran energi pembangkit sampai akhir 2025 untuk baru bara sebesar 54,4 persen, 23 persen untuk energi baru terbarukan (EBT), 22,2 persen untuk gas dan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar 0,4 persen.

Lalu pada RUPTL 2018-2027 juga dicantumkan total rencana pembangunan jaringan transmisi sepanjang 63.855 Kms. Total rencana pembangunan gardu induk sebesar 151.424 MVA. Total rencana pembangunan jaringan distribusi sepanjang 526.390 Kms dan total rencana pembangunan gardu distribusi 50.216 MVA.

Menurutnya, semua rencana pembangunan itu sudah sesuai dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
(SAW)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.