PLN: Sistem Kelistrikan Kalselteng Pulih 100%

    Antara - 21 Januari 2020 13:03 WIB
    PLN: Sistem Kelistrikan Kalselteng Pulih 100%
    Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
    Banjarbaru: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah telah pulih 100 persen setelah mengalami gangguan pada Minggu sore akibat faktor alam yakni tersambar petir.

    Manajer Komunikasi PLN Kalselteng Syamsu Noor mengatakan 145 feeder telah normal pukul 15.50 Wita, sehingga suplai listrik ke pelanggan juga telah kembali normal. Saat ini, tambahnya, sistem kelistrikan yang sebelumnya mengalami gangguan sudah dapat PLN pastikan pulih 100 persen.

    "Suplai listrik telah dapat dinikmati pelanggan kembali setelah sebelumnya padam," ujarnya, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 21 Januari 2020.

    Ia mengatakan PLN bersyukur karena proses penormalan jaringan transmisi yang mengalami gangguan akibat sambaran petir dapat berjalan aman dan lancar tanpa ada kendala yang berarti di lapangan.

    Dirinya menekankan dengan telah normalnya sistem kelistrikan yang melayani dua provinsi itu, PLN memastikan segala informasi yang mengatakan proses penormalan membutuhkan waktu berhari-hari adalah tidak benar.

    "Kami pastikan seluruh proses penormalan jaringan transmisi telah selesai dan sudah tidak ada lagi daerah yang terdampak gangguan berupa pemadaman listrik baik di Kalsel maupun Kalteng," ungkapnya.

    Syamsu mengatakan PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan akibat gangguan. Selain itu PLN berterima kasih kepada pelanggan atas kesabaran maupun dukungan semua pihak selama proses penormalan sistem kelistrikan.

    Sistem kelistrikan Kalselteng mengalami gangguan akibat jalur transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) antara Gardu Induk (GI) Cempaka dan GI Pelaihari disambar petir pada Minggu, 19 Januari pukul 16.49 Wita.

    Gangguan alam itu menyebabkan sistem kelistrikan interkoneksi Kalselteng dengan Kaltim terlepas. Dampaknya beberapa pembangkit besar seperti PLTU Asam Asam, PLTU Pulang Pisau dan PLTA PM Noor keluar dari sistem kelistrikan.

    Dampak lainnya, 22 gardu induk yang tersebar di beberapa wilayah baik Kalsel maupun Kalteng padam, sehingga suplai listrik ke pelanggan yang tersebar pada dua provinsi bertetangga itu terhenti.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id