comscore

Pemerintah dan PGN Optimalkan Gas Bumi di Masa Transisi Energi

Annisa ayu artanti - 31 Mei 2022 20:26 WIB
Pemerintah dan PGN Optimalkan Gas Bumi di Masa Transisi Energi
Ilustrasi. Foto: dok MI.
Jakarta: Pentingnya peran gas bumi di masa transisi energi menguatkan komitmen PT PGN Tbk selaku Subholding Gas Pertamina dalam utilisasi gas bumi yang berkelanjutan. Khususnya, berkontribusi pada roadmap pemerintah terkait transisi energi dan penurunan emisi sebesar 1.526 juta ton CO2 pada 2060.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengungkapkan, ke depan penggunaan bahan bakar fosil akan tetap digunakan. Namun akan diimbangi dengan adanya berbagai energi baru terbarukan yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Untuk gas bumi, Kementerian ESDM menargetkan dapat meningkatkan produksi gas bumi sebesar 12 bscfd pada 2030. Gas bumi ke depan akan dimanfaatkan sebagai energi transisi sebelum EBT 100 persen dan pemenuhan energi domestik untuk bahan bakar pembangkit, transportasi, industri, serta rumah tangga.

"Di sini jargas akan diperluas ke depan, diharapkan sudah ada skema pendanaan jargas KPBU dan swasta sehingga target satu juta jargas per tahun bisa disetujui oleh Kemenkeu," ujar Tutuka dalam Gasfest Conference 2022, dikutip Selasa, 31 Mei 2022.

Selain jargas BBG juga akan ditingkatkan dan Semarang akan dijadikan sebagai kota percontohan. Apabila dapat menjadi contoh yang menarik, maka akan dilakukan di wilayah-wilayah lain.

"Hal yang perlu kita lakukan untuk bisa melayani masyarakat dan mudah diakses adalah pengembangan infrastruktur. Di Indonesia Timur akan banyak pengembangan infrastruktur seperti FSRU untuk LNG dan konversi BBM ke gas pada pembangkit listrik, juga pembangunan Pipa Cisem akan dimulai dari Semarang ke Batang," jelas Tutuka.

Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR  Sugeng Suparwoto mengatakan, gas ke depan akan diorientasikan menjadi petrochemical industri. Ia mengungkapkan, saat ini produk-produk itu hampir 80 persen impor, seperti bahan baku obat paracetamol yang masih impor setahun USD340 juta. "Itu adalah satu produk turunan gas," imbuh Sugeng.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Achmad Muchtasyar menambahkan, gas bumi di masa transisi kedepannya tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar sehingga akan jauh lebih sustain. Oleh karena itu, PGN melakukan pengembangan infrastruktur seperti gasifikasi di pembangkit listrik PLN sesuai Kepmen ESDM 2/2022, kilang atau refinery, dan kawasan industri sehingga akan berdampak positif bagi perekonomian nasional secara makro.

Ia pun berharap, PGN bisa menjadi pengelola gas terintegrasi kedepannya. PGN akan fokus mengoptimasi stranded gas, beyond pipeline baik LNG maupun CNG, LNG trading, dan mini liquefaction sebagai bentuk infrastruktur yang terintegrasi.

"Pembangunan infrastruktur gas bumi PGN mendapatkan dukungan besar dari pemerintah. Berdasarkan dukungan tersebut, gas bumi memiliki peran penting di masa transisi sampai dengan tahun 2050 sebagai salah satu cadangan penyangga energi nasional. Hal itu bisa mendorong pertumbuhan pengelolaan niaga Subholding Gas Group," pungkas Achmad.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id