Pohon Tak Bisa Jadi Penyebab Blackout

    Suci Sedya Utami - 19 September 2019 11:25 WIB
    Pohon Tak Bisa Jadi Penyebab <i>Blackout</i>
    Pohon dinilai bukan menjadi penyebab blackout. FOTO: dok PLN.
    Jakarta: Chairman of Indonesia National Committee of Cigre Herman Darnel Ibrahim mengatakan pohon tidak bisa menjadi penyebab pemadaman masif atau blackout.

    Herman menuturkan pohon hanya sebagai pemicu yang membuat transmisi terganggu. Ia mengatakan apabila transmisi terganggu, namun selama tidak ada kelebihan beban pemakaian maka tidak akan menimbulkan blackout.

    "Yang saya ingin tekankan di sini pohon enggak bisa jadi penyebab blackout," kata Herman di Jakarta, Rabu, 18 September 2019.

    Herman menjelaskan blackout yang terjadi pada awal Agustus lalu merupakan large distrubance atau gangguan besar yang bisa terjadi apabila ada gangguan transmisi. Sehingga menyebabkan tidak stabil khususnya menyangkut pembangkit dan beban.

    "Selama suplai pembangkit dan beban seimbang, maka relatif aman, kecuali soal stabilitas sistem," tutur dia.

    Herman menduga penyebab terjadinya blackout yakni karena beban yang berlebih. Selain itu dia mengatakan setidaknya ada empat penyebab gangguan besar di antaranya abnormal pembangkit. Kedua, respons yang tidak cukup atau lambat dari pembangkit. Ketiga tidak cukup load shedding, dan keempat tidak cukupnya sistem proteksi serta terakhir malfungsi.

    "Jadi pada dasarnya untuk menghilangkan large distrubance, maka beban dikurangi atau pembangkit ditambah," jelas dia.

    Lebih jauh, Herman menambahkan sistem kelistrikan yang simpel rawan terkena blackout namun dampaknya tidak buruk dan pemulihannya cepat. Sementara sistem yang besar maka semakin kuat dan tahan pada gangguan, namun apabila terjadi gangguan besar, maka dampaknya buruk dan pemulihannya memerlukan waktu yang lama.

    Sebelumnya Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN (Persero) I Made Suprateka dalam wawancara dengan Metro TV pada program Metro Siang mengatakan pemadaman pada Minggu, 4 Agustus terjadi akibat kondisi force majeure di transmisi atau sutet di Ungaran, Jawa Tengah yang disebabkan akibat adanya pohon yang memiliki ketinggian melebihi batas.

    "Di sutet ini terjadi kebakaran yang disebabkan karena hubungan pendek akibat tersentuh oleh pohon. Tentunya kami ingin klarifikasi lebih lanjut kabar adanya hacker, itu tidak ada, jadi memang karena adanya force majeure," kata Made.

    Dia bilang pohon tersebut memiliki ketinggian yang melebihi ruang bebas seperti ketentuan dalam standar operasional prosedur (SOP) PLN. Aturan yang ada ambang batas pohon hanya boleh memiliki tinggi delapan meter apabila berada di wilayah transmisi PLN. Adapun tinggi tower untuk transmisi 500 kilo volt (kV) yakni 40 meter dan tinggi konduktor terendah 18 meter.

    Made menuturkan apabila pohon tersebut memiliki ketinggian lebih dari standar, maka wajib ditebang atau dipotong. Namun hal tersebut akan sangat tergantung pada pemilik pohon. Jika pemilik pohon tidak berkenan, Made mengakui hal tersebut menjadi masalah tersendiri bagi perseroan.

    "Jarak aman konduktor ke tegangan kita adalah sembilan meter, nah kalau sudah ada pohon yang sembilan meter berpotensi mengganggu," tutur dia.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id