Inpex Serahkan Revisi POD Blok Masela

    Suci Sedya Utami - 21 Juni 2019 10:55 WIB
    Inpex Serahkan Revisi POD Blok Masela
    Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
    Jakarta: Inpex Corporation (Inpex) akhirnya menyerahkan revisi rencana pengembangan atau plan of development (PoD) proyek LNG Abadi di Blok Masela pada ke Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) kemarin.

    "Benar sudah di-submit. SKK akan segera menyampaikan gasil review dan rekomendasi (atas revisi) ke Menteri ESDM," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Jakarta, Kamis malam, 20 Juni 2019.

    Apabila tidak ada arah melintang, Dwi menambahkan, pihaknya akan segera menyampaikan pada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Sehingga persetujuan revisi PoD yang diajukan Inpex bisa dijawalkan lebih cepat.

    "Diharapkan persetujuan minggu depan," jelas Dwi.

    Inpex menyatakan revisi POD didasarkan pada skema pengembangan LNG di darat (onshore) dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 9,5 juta ton. Proyek ini melibatkan pengembangan lapangan gas Abadai di Blok Masela yang teletak di Laut Arafura, Indonesia.

    Pengajuan revisi POD telah melalui diskusi antara otoritas Indonesia dan Inpex sebagai operator proyek patungan atas nama Inpex Masela dan Shell Upstream Overseas.

    Serta kelanjutan dari penandatanganan head of agreement (HoA) yang dilakukan pada 16 Juni lalu setelah pada April 2019, otoritas menginstruksikan agar Inpex mengirimkan kembali revisi PoD proyek tersebut berdasarkan skema darat.

    Dalam HoA terkandung isi mengenai estimasi biaya, masa kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC) dan kondisi keuangan juga terlampir dalam revisi POD.

    "Pengajuan revisi PoD untuk skema pengembangan LNG darat berbasis pada HoA. Inpex mengantisipasi revisi PoD akan disetujui lebih awal FID (ketutusan final investasi) dan pada akhirnya memulai produksi dengan kerja sama dari Pemerintah Indonesia," kata Presiden Inpex Masela, Ltd.

    PoD yang direvisi menggabungkan hasil-hasil desain rekayasa awal (Pre-FEED) pekerjaan yang dilakukan antara Maret hingga Oktober 2018. Selain itu, Inpex dan Shell juga telah mengajukan aplikasi untuk mengubah PSC Blok Masela.

    Amandemen ini mengakomodasi penambahan tujuh tahun kontrak Inpex dan Shell di Blok Masela sebagai pengganti waktu studi perubahan skema pengembangan kilang LNG.

    Bersamaan dengan revisi PoD, Inpex bersama Shell juga mengajukan perpanjangan kontrak PSC selama 20 tahun. Pengajuan amandemen kontrak selama tujuh tahun dan perpanjangan kontrak selama 20 tahun sudah termasuk dalam HoA yang telah disepakati otoritas Pemerintah Indonesia dengan Inpex. Dengan begitu, kontrak Inpex dan Shell di Blok Masela akan berlaku hingga 2055.

    Vice President Shell's untuk Proyek Abadi, Li P'ing Yu mengatakan Shell senang dengan kemajuan proyek Masela. "Pengajuan revisi POD adalah tonggak penting bagi proyek ini, yang membuat perusaan patungan semakin dekat dengan pengembangan proyek strategis nasional untuk Indonesia," kata Li.

    Dengan pengetahuan dan pengalaman mengoperasikan proyek LNG di Australia, Inpex bersama Shell akan menyiapkan pengerjaan desain awal (FEED) setelah pemerintah menyetujui revisi POD Blok Masela. Dengan begitu, proyek Blok Masela bisa memberikan efek berganda bagi wilayah timur Indonesia dan secara umum berkontribusi signifikan bagi Indonesia.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id