Menteri ESDM Tantang Swasta Jual Avtur ke Pelosok

    Suci Sedya Utami - 28 November 2019 09:46 WIB
    Menteri ESDM Tantang Swasta Jual Avtur ke Pelosok
    Ilustrasi pengisian bahan bakar avtur oleh Pertamina. FOTO: dok Pertamina.
    Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mempersilakkan badan usaha swasta untuk menjual avtur di Tanah Air. Namun Arifin berpesan agar swasta tidak hanya bermain di bandara-bandara besar.

    Arifin mengatakan jika swasta ingin masuk di bisnis avtur, maka harus mau untuk menjual hingga di wilayah-wilayah pelosok. Hal tersebut disampaikan Arifin sebagai bentuk respons dari keinginan Kementerian Perhubungan yang ingin mengajak swasta untuk menjual avtur agar harga jualnya lebih kompetitif, sebab tidak lagi dimonopoli oleh PT Pertamina (Persero).

    "Kalau memang mau kompetitif, mau enggak main di pelosok-pelosok?" tanya Arifin ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu malam, 28 November 2019.

    Arifin mengatakan saat ini Pertamina bisa menjadi tulang punggung bisnis avtur lantaran bisa mencapai seluruh bandara yang ada di pelosok. Untuk menjangkau daerah terdalam, kata Arfin, tentu tidak mudah dan memerlukan biaya yang tinggi dalam mengangkut bahan bakar. Contohnya saja di wilayah timur Indonesia yang medannya tidak mudah untuk dicapai.

    Lagi pula, lanjut mantan Duta Besar Indonesia untuk Jepang ini, dari sisi pasokan dia meyakini Pertamina memiliki avtur yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dunia penerbangan di Tanah Air.

    Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati pun mengatakan Pertamina sejak Maret 2019 telah mampu memasok avtur dari produksi dan pengolahan di dalam negeri tanpa harus impor. Bahkan, kata dia sejak Juni lalu, Pertamina pun telah mengimpor hasil produksi avturnya.

    "Ini kita sudah mandiri, kilang sudah kita upgrade khusus Kilang Cilacap, sehingga produksi avtur kita bisa lebih banyak lagi," tutur Nicke.

    Sementara dari sisi harga, kata dia, dibandingkan dengan penjualan di bandara luar negeri, penjualan di dalam negeri diklaim cukup kompetitif. Memang diakui dirinya jika distribusi di Indonesia timur cukup sulit sehingga mempenaruhi harga avtur yang dijual di daerah tersebut.

    "Misalnya avtur kita hasilkan di Cilacap, dibawa pakai kapal ditaruh di TBBM diangkut pakai truk, ke pelabuhan kecil di TBBM, baru sampai ke airport yang kecil, jadi membangun distribusi bagaimana kita bisa menekan itu," ujar Nicke.

    Nicke pun menjamin ketahanan avtur di wilayah Sorong telah meningkat dari 2,5 hari menjadi 22 hari. "Jangan hanya melihat angka saja, tapi menambah ketahanan stock itu juga meng-create ekonomi daerah," jelas dia.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id