Pertamina Mengebor 121 Sumur di Blok Mahakam

    Medcom - 15 Oktober 2019 05:30 WIB
    Pertamina Mengebor 121 Sumur di Blok Mahakam
    Para pekerja Pertamina Hulu Mahakam yang melakukan pengeboran di Blok Mahakam. Foto: dok istimewa.
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) secara agresif terus melakukan pengeboran di Blok Mahakam. Tahun ini, Pertamina telah mengebor 121 sumur, melampaui target awal sebanyak 118 sumur.

    General Manager Pertamina Hulu Mahakam, John Anis mengakui jumlah ini merupakan yang tertinggi dalam tujuh  tahun terakhir, pada 2012 tercatat sebanyak 105 sumur yang dibor. Dalam tiga tahun sebelum dikelola PHM, sumur yang dibor di Blok Mahakam tercatat 101 sumur pada 2015, 44 sumur di 2016, dan 21 sumur di 2017.

    Kata John Anis, pengeboran sumur yang agresif di Blok Mahakam telah meningkatkan produksi hingga dua persen lebih tinggi dari prediksi TEPI (operator sebelumnya), atau sebesar 700 MMSCFD dibanding prediksi TEPI sebesar 686 MMSCFD. 

    "Dalam dua tahun terakhir, PHM agresif melakukan pengeboran sumur untuk menahan decline rate. Tahun 2018 sebanyak 77 sumur dan workover yang berhasil meningkatkan produksi lima persen lebih tinggi dari target TEPI. Tahun ini, pengeboran lebih agresif lagi, meningkat hampir dua kali lipat," jelas John Anis dinukil dari keterangan resminya, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

    Menurut John Anis, sejak 2010, Blok Mahakam memasuki fase penurunan alamiah dengan kecenderungan meningkat seiring waktu. Cara paling efektif menaikkan produksi dilakukan dengan meningkatkan investasi sehingga bisa lebih banyak melakukan pengeboran sumur baru. 

    Pertamina Hulu Mahakam, telah menginvestasikan sekitar USD 3,5 miliar dalam periode 2018-2019 yang digunakan untuk pengeboran sumur dan operasional perusahaan. "PHM telah melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan produksi seperti optimasi pengembangan lapangan dan penggunaan teknologi baru dalam menghadapi berbagai tantangan di Blok Mahakam," imbuh John Anis. 

    Di sisi lain, demi kesinambungan investasi dan operasi Mahakam, maka diperlukan terobosan-terobosan untuk memastikan efektivitas biaya. Sejauh ini PHM telah berhasil menurunkan biaya investasi pemboran sumur sekitar 40-50 persen dan biaya operasi sebesar 30 persen.

    Karakteristik Blok Mahakam, terang John Anis, cukup menantang mengingat tingkat maturasi yang cukup tinggi dan karakter blok wilayah produksi yang variatif dengan lokasi yang jauh dari zona produksi eksisting. Maka itu, diperlukan untuk membangun pipa yang lebih panjang untuk menghubungkan antara sumur dengan fasilitas produksi

    Blok Mahakam memiliki luas 3.266,44 kilometer persegi dengan jaringan pipa lebih dari 1.700. Memiliki 30 Platform di enam lapangan (processing areas) dengan pekerja sebanyak 3.573 orang. 

    "Mayoritas pekerja PHM adalah para pekerja putra terbaik bangsa yang telah berpuluh-puluh tahun mengelola Blok Mahakam, sehingga memahami betul karakteristik blok. Semua tantangan yang dihadapi menjadi pembelajaran yang sangat penting," tegas John Anis.  

    Para pekerja PHM, telah berhasil menghadapi tantangan pengeboran di area swamp bahkan berhasil melakukan efisiensi pengeboran dari rata-rata 11 hari menjadi hanya enam hari. 

    "Blok Mahakam ini memberi pelajaran kepada kita tentang pentingnya untuk berinvestasi pada masa transisi, sehinggga ketika alih kelola produksi tetap stabil," pungkasnya.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id