Hingga 2019, Operasional Proyek 35 Ribu MW Baru Capai 14%

    Suci Sedya Utami - 09 Januari 2020 20:57 WIB
    Hingga 2019, Operasional Proyek 35 Ribu MW Baru Capai 14%
    Ilustrasi. Foto : MI/Panca Syaukarni.
    Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat program 35.000 megawatt (MW) yang telah beroperasi hingga akhir 2019 mencapai 14 persen dengan kapasitas sebesar 5.071 MW.

    Sementara yang masih dalam tahap konstruksi yakni sebesar 62 persen atau sebesar 21.825 MW. Sedangkan yang telah berkontrak namun belum konstruksi sebesar 20 persen atau 6.878 MW. Kemudian yang dalam masa pengadaan dua persen atau 829 MW dan masih dalam perencanaan sebesar dua persen atau 734 MW.

    Program 35.000 MW memang tidak sesuai dengan target awal yang dijanjikan bisa diselesaikan selama lima tahun di 2019. Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan pengerjaan proyek tersebut menyesuaikan kebutuhan atau pertumbuhan listrik dan juga Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN hingga 2028.

    "Sampai 2028 di RUPTL kan masih ada," kata Rida di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis, 9 Januari 2020.

    Sementara itu, hingga 2019, realisasi kapasitas terpasang secara keseluruhan mencapai 69.100 MW atau meningkat 4.200 MW dari tahun sebelumnya. Dia bilang kenaikan kapasitas terpasang tersebut merupakan sumbangan dari masuknya 71 pembangkit yang beroperasi. Dari jumlah tersebut, 10 di antaranya merupakan pembangkit listrik tegana uap (PLTU) dengan kapasitas total 3.017 MW.

    Bauran energi primer dalam pembangkit di tahun lalu, sebanyak 60,50 persen menggunakan batu bara, gas sebesar 23,11 persen, BBM dan BBN 4,03 persen dan energi baru terbarukan (EBT) sebesar 12,36 persen.

    Dari pasokan listrik tersebut, hingga akhir 2019, rasio elektrifikasi mencapai 98,89 persen dan ditargetkan mencapai 100 persen di 2020.

    Rida mengatakan ke depannya pemerintah tidak akan lagi fokus pada pembangunan pembangkit, namun akan fokus pada transmisi dan distribusi. Hal ini dipengaruhi oleh konsumsi atau permintaan listrik yang dikatakan Rida tidak setinggi yang diperkirakan. Di 2019, dari target konsumsi sebesar 1.200 kilo watt hour (kWH) per kapita, realisasinya sebesar 1.084 kWH per kapita.

    "Kemarin kita kan tanpa sadar banyak yang mengeluhkan kurang, jadi kita konsentrasi terhadap penyediaan, jadi pembangkitan kita kebut. Faktanya sekarang kan makin banyak (pembangkit) masuk sementara pertumbuhan demand kurang sesuai harapan. Logikanya dengan kondisi seperti ini, kan perbaikannya ada di transmisi dan distribusi. Jadi fokus kita ke sisi demand," jelas dia.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id