Arcandra: Pemanfaatan Bioenergi Belum Maksimal di ASEAN

    Antara - 05 September 2019 14:01 WIB
    Arcandra: Pemanfaatan Bioenergi Belum Maksimal di ASEAN
    Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Foto: Kementerian ESDM
    Bangkok: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyampaikan di forum ASEAN bahwa bioenergi merupakan tahapan penting dalam transisi energi dan berperan penting untuk mencapai target Paris Agreement.

    "Bioenergi merupakan tahapan penting dalam transisi energi dan berperan penting untuk mencapai target Paris Agreement," kata Arcandra, pada forum 37th ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM37) di Athenee Hotel, Bangkok, Thailand, seperti dikutip dari Antara, Kamis, 5 September 2019.

    Arcandra menyebut Asia Tenggara adalah kawasan yang kaya akan menjadi sumber daya bioenergi, namun saat ini potensi bioenergi di negara-negara anggota ASEAN belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satunya di Indonesia yang memiliki potensi bioenergi, khususnya untuk pembangkitan listrik hingga 32,6 Giga Watt (GW) dan baru terealisasi sebesar 1,9 GW.

    Dokumen IRENA Report on Global Energy Transformation 2018 memperkirakan bahwa target energi terbarukan di masa depan tidak dapat dicapai tanpa bioenergi. IPCC dalam Energy Technology Perspectives (ETP) Scenario and Biofuture Platform Report juga telah membahas bahwa tujuan pengurangan emisi global tidak dapat dicapai tanpa biofuel.

    Oleh karena itu, Arcandra mendorong ASEAN untuk meningkatkan kolaborasi dalam pengembangan bioenergi berkelanjutan di negara-negara ASEAN. Ia mengatakan laporan-laporan tersebut dengan jelas menyebutkan tujuan pengurangan emisi global tidak dapat tercapai tanpa hadirnya kendaraan listrik.

    "Peraturan Presiden tentang kendaraan listrik untuk transportasi darat baru saja diterbitkan. Mempromosikan kendaraan listrik diperlukan bagi Indonesia untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan juga menurunkan emisi gas rumah kaca," papar Arcandra.

    Untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia, peran batu bara memang masih dominan sebagai sumber energi. Namun pemerintah mulai mendorong penggunaan gas dan energi terbarukan serta penggunaan Clean Coal Technology pada pembangkit listrik berbahan bakar batu bara, dengan tetap mengatur tarif listrik untuk pelanggan agar tetap terjangkau.

    Hal tersebut juga telah diungkapkan Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu selaku Alternate Senior Official of Energy Leader Indonesia pada Senior Official Meeting on Energy (SOME) sehari sebelumnya.

    37th ASEAN Ministerial on Energy Meeting (AMEM37) merupakan forum utama para Menteri Energi ASEAN dalam menentukan arah kebijakan kerja sama energi ASEAN. Sementara SOME merupakan pertemuan tahunan antarpejabat tinggi energi ASEAN dengan para mitra wicara (dialogue partners) dan organisasi internasional.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id