Survei Seismik Pertamina Terbesar Satu Dekade Terakhir di Asia Pasifik

    Suci Sedya Utami - 12 November 2019 18:32 WIB
    Survei Seismik Pertamina Terbesar Satu Dekade Terakhir di Asia Pasifik
    Ilustrasi. Foto: Pertamina EP
    Jakarta: Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan survei seismik 2D yang dilakukan PT Pertamina (Persero) merupakan yang terbesar sepanjang 10 tahun terakhir.

    Dwi mengatakan kegiatan eksplorasi tersebut bukan hanya terbesar di Indonesia, namun juga di Asia Pasifik. Survei tersebut dilakukan menggunakan komitmen kerja pasti (KKP) dari Blok atau Wilayah Kerja Jambi Merang.

    "Dalam 10 tahun terakhir seismik terbesar di Asia Pasifik. Ini akan memberikan dampak persepsi bagi investor untuk eksplorasi di Indonesia lebih terbuka," kata Dwi saat peluncuran seismik tersebut di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 12 November 2019.

    Dwi mengatakan survei lepas pantai ini menjadi terbesar karena melewati perairan Bangka hingga Seram. Lintasan sesimik 2D lepas pantai tersebut akan melewati beberapa cekungan yang diindikasikan memiliki potensi sumberdaya migas yang besar (giant discovery) di antaranya Bangka Offshore area-Makassar Strait dan Buton Offshore.

    Investasi dari KKP di wilayah kerja Jambi Merang pada 2019 berjumlah USD20,46 juta. Secara kumulatif, tambahan investasi KKP Jambi Merang hingga 2024 adalah sebesar USD239,3 juta untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. Khusus untuk kegiatan eksplorasi, dalam KKP sudah dialokasikan sebesar USD196,5 juta untuk meningkatkan penemuan cadangan.

    "Kita semua optimistis pemenuhan KKP di WK Jambi Merang ini akan berdampak positif dalam mendukung ketahanan energi nasional," ujar Dwi.

    KKP Jambi Merang pada tahun pertama dalam kegiatan eksplorasinya akan melakukan survei seismik baik di dalam wilayah kerja, maupun di wilayah terbuka. KKP Jambi Merang di wilayah terbuka akan melaksanakan survei seismik 2D lepas pantai pada lintasan sepanjang kurang lebih 30 ribu km di laut yang dikerjakan oleh salah satu anak perusahaan Pertamina yaitu PT Elnusa Tbk (Elnusa). Seismik 2D ini menggunakan teknologi 2D seismic marine broadband dan dikerjakan oleh single operator Elnusa.

    Sebelumnya Pertamina secara perdana menggunakan dana KKP yang telah dialokasikan ketika memenangkan dan memperpanjang kontrak di Blok Jambi Merang.

    Melalui anak usahanya, Pertamina Hulu Energi Jambi Merang secara resmi pada Februari 2019 menandatangani pemandangan kontrak kerja sama gross split bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan mendapat kepercayaan untuk meneruskan pengelolaan wilayah kerja (WK) Jambi Merang.

    Joint Operating Body Pertamina-Talisman Jambi Merang (JOB PTJM) mendapatkan kepercayaan untuk mengelola blok tersebut hingga 20 tahun mendatang. Kepercayaan tersebut dibekali dengan KKP yang wajib ditunaikan dalam kurun waktu lima tahun.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id