SKK Dukung Lelang Blok Migas 2020 Gunakan Fleksibilitas Skema

    Suci Sedya Utami - 15 Januari 2020 21:09 WIB
    SKK Dukung Lelang Blok Migas 2020 Gunakan Fleksibilitas Skema
    SKK Migas. Foto : SKK Migas.
    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mendukung fleksibilitas yang diberikan bagi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) hulu migas untuk memilih skema bagi hasil (production sharing contract/PSC) cost recovery atau gross split dalam lelang wilayah kerja atau blok migas di tahun 2020.

    Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan tak masalah skema apa yang dipilih kontraktor selama skema tersebut bisa menggairahkan dan meningkatkan iklim investasi di sektor hulu migas nasional.

    "Yang penting tujuannya adalah bagaimana meningkatkan investasi di Indonesia," kata Dwi di kantor SKK Migas, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Januari 2020.

    Mantan Direktur Utama Pertamina ini mengatakan pihaknya akan melihat apakan selama ini ada laporan dari KKKS mengenai skema gross split menjadi halangan bagi mereka dalam melakukan aktivitas hulu migas.

    "Kita akan lihat apakah gross split itu menjadi halangan atau tidak. Ada investor yang menganggap itu bukan halangan mungkin mereka bisa lebih bebas untuk spending," ujar Dwi.

    Dirinya mengatakan penggunaan dua skema tersebut tergantung dari pada karakteristik lapangan migas. Sebab masing-masing lapangan memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda-beda.

    "Apakah risikonya bisa diantisipasi sejak awal  atau tidak. Kalau ada lapangan yang sulit, yang belum bisa memvaluasi risiko ke depan, kemungkinan kontraktor akan memilih cost recovery," jelas dia.

    Tahun ini pemerintah berencana menawarkan atau melelang blok migas.  Direktur Pembinaan Usaha Hulu Ditjen Migas Kementerian ESDM Mustafid Gunawan, menjelaskan dari 12 blok migas yang disiapkan ada 10 blok migas merupakan blok konvensional, sementara untuk dua blok lainnya merupakan blok non konvensional. Dia menjelaskan untuk tahun ini ada dua skema yang akan ditawarkan kepada kontraktor yaitu cost recovery dan gross split.

    "Di 2020 lelang wilayah kerja migas punya target 10 yang konvensional, dan udah siapkan untuk skemanya akan diliat dari sisi teknis apakah cost recovery atau gross split, yang jelas dari pimpinan (Menteri ESDM) terbuka tergantung hasil teknis," kata Mustafid

    Sebelumnya Kementerian ESDM tengah mengkaji kemungkinan untuk memperbolehkan KKKS memilih penggunaan skema bagi hasil cost recovery atau gross split berdasarkan perhitungan masing-masing lapangan migas.
     
    Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam rapat mengatakan saat ini pihaknya tengah membahas kemungkinan untuk merevisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 52 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Permen ESDM No. 08 Tahun 2017 Tentang Kontrak Bagi Hasil Gross Split. Dalam Permen tersebut mengatur kewajiban bagi KKKS untuk menggunakan skema bagi hasil gross split baik untuk perpanjangan kontrak wilayah kerja maupun kontrak baru di suatu wilayah kerja.
     
    "Kita menawarkan demikian (bisa memilih), karena fleksibilitas itu ada. Sehingga memang daya tarik untuk investasi di situ lebih baik," kata Arifin November tahun lalu.

    Arifin mengatakan pihaknya melakukan dialog dengan para investor migas dan menanyakan mana skema yang kiranya lebih baik. Arifin bilang dari jawaban para investor menyatakan apabila setiap lapangan migas tidak bisa disamaratakan menggunakan satu skema sebab karakteristik masing-masing lapangan berbeda.
     
    Arifin mengatakan semakin berada di wilayah yang sulit dijangkau (remote area) dan berisiko tinggi maka kecenderungannya menggunakan skema cost recovery. Sementara untuk pengguna skema gross split lebih diminati oleh KKKS di wilayah kerja eksisting karena dianggap lebih jelas dan risikonya kecil.
     
    "Kalau gross split biasanya orang senang yang sudah pasti, kalau high risk itu lebih yang cost recovery karena mereka (ingin) risiko hilang," jelas Arifin.

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id