Pemerintah-DPR Desak Pemkab Bojonegoro Setujui Revisi Amdal Blok Cepu

    Suci Sedya Utami - 17 Januari 2020 19:20 WIB
    Pemerintah-DPR Desak Pemkab Bojonegoro Setujui Revisi Amdal Blok Cepu
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan ikut turun tangan untuk bernegosiasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terkait dengan amandemen analisis dampak dan lingkungan (amdal) demi peningkatan produksi di Blok Cepu.

    Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan pihaknya akan menjalin komunikasi dengan Pemkab Bojonegoro terkait hal tersebut. Sebab saat ini amandemen amdal masih tertahan di pemerintah daerah (pemda).

    "Kami harap amdal akan segera dikeluarkan, untuk itu kami akan melakukan komunikasi dengan pemda," kata Arifin di Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat, 17 Januari 2020.

    Arifin mengatakan amandemen amdal dibutuhkan agar peningkatan produksi di blok tersebut bisa dilakukan. Dia bilang kementerian meminta agar daerah fleksibel memberikan izin.

    Senada dengan Arifin, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suprawoto mengatakan pemda harus menjadi karpet merah bagi investor agar membuat investasi di hulu migas lebih bergairah.

    Ia bilang peningkatan produksi tentu sangat dinanti agar bisa mengurangi impor yang menyebabkan defisit neraca perdagangan membengkak seiring kebutuhan energi yang meningkat namun tidak mampu dipenuhi oleh pasokan dalam negeri.

    "Pemda segera jadikan karpet merah untuk investor. Bayangkan kita ingin tingkatkan lifting tapi malah dipersulit izinya. Logikanya di mana? Sebaiknya untuk kepentingan nasional, realisasikan saja, segera keluarkan amdal," kata Sugeng.

    Politikus NasDem ini mengatakan selagi harga minyak sedang mengalami peningkatan. Ia bilang jangan sampai ketika berada dalam puncak produksi, harga minyak dunia malah sedang turun.

    Sebagai gambaran produksi minyak di Blok Cepu diharapkan bisa terus meningkat menjadi 235 ribu barel per hari (bph). Namun sayangnya untuk menggenjot produksi tersebut saat ini masih terkendala amdal.

    Pasalnya untuk menambah kapasitas produksi, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok Cepu yakni ExxonMobil Cepu Limited, PT Pertamina EP Cepu, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat mesti mengubah amdal. Sebab amdal awal yang ada saat ini hanya mencantumkan produksi maksimal 220 ribu bph.
     
    Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan selama belum memperoleh persetujuan revisi amdal, produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip di blok tersebut terpaksa diturunkan menyusul beroperasinya Lapangan Kedung Keris.
     
    Hal ini agar kegiatan operasi di Blok Cepu tidak melanggar Amdal yang ada. Produksi minyak dari kedua lapangan baru dapat dioptimalkan setelah amdal yang baru disetujui. Artinya, pihaknya tidak dapat memastikan kapan Lapangan Kedung Keris mencapai puncak produksi.
     
    Karenanya, pihaknya berharap pemerintah daerah setempat dapat membantu mempermudah pemberian rekomendasi amdal terkait perubahan angka produksi tersebut. "Disimpulkan produksi 235 ribu bph dalam posisi aman. Sekarang bagaimana kita dapat izin untuk beroperasi di level segitu," ujar Dwi.
     
    Meski demikian, produksi Blok Cepu disebutnya tidak lantas digenjot mencapai 235 ribu bph. "Pada saat kami mengoperasikan (Blok Cepu) akan memperhatikan berbagai hal baik fasilitas, reservoir, dan lain sebagainya. Untuk running di 235 ribu bph, belum tentu. Kami harus perhatikan semuanya," tutur Dwi.

    Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur Setiaji mengatakan terkait revisi mmdal Lapangan Banyu Urip Pemkab Bojonegoro belum menyampaikan usulan perubahan. Kendati demikian, Pemprov Jawa Timur meminta investor aktif untuk menyampaikan kesulitan perizinan dan Amdal, sehingga pihaknya dapat memfasilitasi.
     
    "Sepanjang dikirim dari pemerintah kabupaten ya cepat, sekarang ini yang dari Pemkab Bojonegoro perlu didorong. Kalau perlu saya sowan ke Bupati Bojonegoro soal ini (revisi Amdal)," pungkas Setiaji.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id