Pemerintah Diimbau Tidak Menaikkan Tarif Listrik di 2020

    Husen Miftahudin - 02 Desember 2019 18:23 WIB
    Pemerintah Diimbau Tidak Menaikkan Tarif Listrik di 2020
    Ilustrasi. FOTO: dok MI.
    Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mengimbau kepada pemerintah untuk tidak menaikkan tarif dasar listrik pada tahun depan. Sebab kenaikan tarif listrik dapat berdampak besar terhadap pergerakan inflasi.

    Tarif listrik merupakan komponen yang diatur oleh pemerintah atau administered price. Bila komponen ini mengalami perubahan harga, maka akan berdampak langsung terhadap inflasi.

    "Tarif dasar listrik karena bobotnya besar pasti akan berpengaruh (terhadap inflasi)," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jalan Dr Soetomo, Jakarta Pusat, Senin, 2 Desember 2019.

    Jika tarif listrik naik, Suhariyanto meminta pemerintah agar melakukannya secara berkala dan hati-hati. Ini agar daya beli masyarakat tidak terganggu.

    Apalagi tahun depan banyak kebijakan pemerintah yang tidak populis. Mulai dari kenaikan tarif cukai rokok hingga iuran BPJS Kesehatan.

    "Kita harapkan tentunya tidak ada kebijakan yang terlalu drastis sehingga mempengaruhi adminstered prices," ungkap Suhariyanto.

    Dalam rapat antara pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR disepakati untuk menghapus subsidi listrik bagi pelanggan 900 volt ampere (VA) rumah tangga mampu (RTM). Golongan 900 VA terdiri dari RTM sentra kelompok masyarakat miskin.

    Sedangkan untuk golongan miskin sudah pasti listriknya disubsidi oleh pemerintah. Untuk golongan RTM, berdasarkan data dari Ditjen Ketenagalistrikan sebenarnya sudah tidak disubsidi pada 2018 atau mengikuti penyesuaian harga.

    Pada pertengahan 2018, pemerintah menjanjikan agar golongan tersebut tidak mengalami kenaikan tarif listrik. Alhasil dampaknya ikut ke 2019, golongan ini menggunakan tarif tetap meskipun sebetulnya ada kenaikan biaya keekonomian. Akibatnya, pemerintah kembali menanggung selisih biaya tersebut alias mensubsidi kembali golongan tersebut.

    Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020, usulan awal, golongan tersebut tetap mendapatkan subsidi. Namun ketika pembahasan di Banggar diputuskan untuk mencabut subsidi untuk 900 VA RTM. Dengan kata lain golongan tersebut akan mengalami penyesuaian tarif.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id