Antam Gandeng Perusahaan Tiongkok untuk Produksi Baterai

    Suci Sedya Utami - 21 Mei 2019 12:50 WIB
    Antam Gandeng Perusahaan Tiongkok untuk Produksi Baterai
    Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
    Jakarta: PT Aneka Tambang Tbk atau Antam menyatakan keseriusannya untuk melakukan memproduksi baterai. Keseriusan tersebut ditandai dengan rencana Antam menggandeng dua perusahaan asal Tiongkok.

    Direktur Utama Antam Arie Praboo Ariotedjo mengatakan pihaknya telah menandatangani kesepakatan awal atau head of agreement (HoA) dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd dan Shandong Xinhai. Arie mengatakan pihaknya telah berbicara dengan kedua perusahaan tersebut di sela-sela kunjungan kerja ke negeri Tirai Bambu.
    "Masih dijajaki, harapannya bulan ini sudah HoA. Respons mereka sih positif," kata Arie, di kawasan Jakarta Selatan, Senin malam, 20 Mei 2019.

    Dirinya menjelaskan nantinya dalam kerja sama dengan Zhejiang sebagai perusahaan pemasok kobalt akan memproses nikel menjadi katoda yang nantinya digunakan sebagai salah satu bahan baku baterai kendaraan berlistrik (EV).

    "Proyek dengan Huayou bertujuan untuk menghasilkan nikel kelas satu yang digunakan untuk baterai EV," tutur dia.

    Setelah HoA ditandatangani, maka diharapkan proses selanjutnya yakni penandatangan perjanjian joint venture. Ia menyebutkan investasi dalam kerja sama ini diperkirakan mencapai USD6 miliar hingga USD12 miliar.

    Dirinya bilang lokasi pabrik untuk memproses bijih nikel menjadi katoda berada di dekat sumber mineral perusahaan yakni kemungkinan di tambang Tanjung Buli-Halmahera Barat atau di tambang Konawe Utara-Sulawesi Tenggara.

    "Kemungkinan kami akan membangunnya di dua area tersebut," ujar Arie.

    Adapun kerja sama dengan Shandong yakni untuk proyek feronikel di Pulau Gag, Papua dengan nilai investasi diperkirakan mencapai USD1,2 miliar. Dia bilang, kapasitas produksi di proyek ini dalam hitungan awal mencapai 40 ribu ton feronikel dan 600 ribu stainless steel.

    Selain itu, Shandong juga telah menyetujui Antam menjadi pemilik mayoritas di proyek hilir dan hulu.

    Lebih jauh, Antam juga menjajaki kerja sama dengan BUMN Tiongkok, China Minmetals dalam mengembangkan pertambangan emas di Papua yang berdekatan dengan lokasi tambang Freeport.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id