Merger Rampung, PGN-Pertagas Mulai Atur Pola Operasional

Suci Sedya Utami - 11 Januari 2019 10:52 wib
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Jakarta: Proses akuisisi saham Pertamina Gas atau Pertagas oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dalam satu holding migas dinyatakan telah selesai.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan pihaknya telah menyelesaikan transaksi Rp16,6 triliun untuk memiliki 51 persen saham Pertagas. Gigih menjelaskan PGN telah membayarkan 50 persen secara tunai dan sisanya melalui surat utang.

"Sebenarnya kemarin bayar separuh sudah dinyatakan lunas, kan kita sudah kasih surat utang dan itu sudah bisa dicatat Pertamina sebagai penerimaan. Jadi sudah 100 persen," kata Gigih ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis malam, 10 Januari 2018.

Dia bilang setelah proses marger ini selesai maka langkah selanjutnya yakni menentukan pola operasional PGN dan Pertagas yang kini telah menyatu. Misalnya saja Pertagas memiliki konsentrasi pada transmisi maka bisa diinstrusikan semua transmisi line yang dimiliki Pertagas dan PGN saat ini bisa dioperasikan oleh Pertagas.

Saat ini PGN memiliki pipa gas sepanjang 7.454 kilometer (km). Sementara Pertagas memiliki pipa sepanjang 2.223 km. Dengan integrasi dua perusahaan ini maka panjang infrastruktur gas saat ini menjadi sekitar 9.677 km.

Lalu, Pertagas juga punya line bisnis Pertagas Niaga yang bergerak di bidang distribusi dengan kecenderungan menjual produk gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) retail maka akan difokuskan ke arah sana. Begitu pula PGN yang memiliki line bisnis Gagas Energi Indonesia yang nantinya bisa diberikan penugasan untuk menangani Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG).

"Tentunya PGN ingin semua bisa diintegrasi semua proyek yang dikembangkan Pertagas juga bisa dilakukan dengan semua proyek yang dilakukan oleh PGN di sisi distribusinya. Atau ada proyek baru di bidang transmisi ya kita serahkan ke Pertagas untuk bangun," jelas dia.

 


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.