Produksi Migas Pertamina EP Capai 249 Juta Barel Per Hari

    Suci Sedya Utami - 03 Juni 2019 15:40 WIB
    Produksi Migas Pertamina EP Capai 249 Juta Barel Per Hari
    Pekerja memeriksa instalasi di lokasi Stasiun Pengumpul Tambun di Field Tambun Pertamina EP, Babelan, Bekasi. Foto: Antara/Hafidz Mubarak.
    Jakarta: PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) mencatat adanya peningkatan produksi pada sumur-sumur minyak dan gas (migas) yang dioperasikan. Per April 2019, total produksi migas Pertamina EP mencapai 249 juta barel oil equivalent per day (BOEPD).

    Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf menjabarkan produksi minyak perseroan per April 2019 sebesar 82.265 barel per hari (bph). Angka ini naik bila dibandingkan dengan produksi pada periode yang sama 2018 sebanyak 76.109 bph.

    Sementara untuk produksi gas per April 2019 mencapai 965 million standard cubic feet per day (MMSCFD). Untuk kinerja keuangan per April 2019, PEP menghasilkan pendapatan USD927 juta sehingga memperoleh laba bersih di angka USD222 juta.

    "Ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi tim PEP. Alhamdulillah hal ini menunjukkan bahwa selama Ramadan pun tidak mengurangi etos kerja seluruh keluarga besar Pertamina EP," kata Nanang seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jakarta, Senin, 3 Juni 2019.

    Nanang menjelaskan pencapaian tersebut diraih dari beberapa sumur. Antara lain di Asset 3 Jatibarang Field sumur ABG-B2 (ABG-06) dengan mendapatkan hasil 1.096 bph, serta sumur AMJ-01 mendapatkan produksi 464 bph.

    Di Asset 5 sumur B-1811 (B-194) mendapatkan hasil 476 bph, 0,383 MMSCFD di Bunyu Field, dan sumur ST-D12 (ST-194) memproduksi minyak 950 bph di Sangatta Field.

    "Kami memberikan upaya-upaya terbaik untuk mendukung ketahanan energi nasional," tegasnya.

    Upaya Pertamina EP untuk meningkatkan produksi juga dilakukan melalui 47 proyek yang saat ini sedang dalam proses. Untuk menggenjot produksi juga dilaksanakan berbagai program, antara lain pelaksanaan rencana kerja pemboran sebanyak 99 sumur, workover 267 sumur, serta well intervention sebanyak 1.081 pekerjaan, serta percepatan produksi melalui POP tiga sumur dari tiga struktur (Akasia Maju-Oil, Kayu Merah-Gas, dan Haur Gede-Gas).

    Optimasi juga dilakukan melalui penerapan Full Development Secondary Recovery di struktur Rantau, Jirak, Ramba, Belimbing, dan Tertiary Recovery di struktur Tanjung, serta menurunkan LPO akibat Unplanned Shutdown Surface Facilities, maksimum 330 bph.

    Upaya-upaya lainnya adalah melalui, reaktivasi sumur Poleng dan X-Ray, serta upaya well intervention sumur-sumur eks pemboran 2018, dan upaya monetisasi gas dari Struktur Sei Gelam, Sengetti, Haur Gede, Kayu Merah, North KedungTuban, Tapen, Suci, dan Trembul dalam rangka upaya peningkatan lifting gas.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id