Apindo-Swedia Jajaki Bisnis Energi Terbarukan - Medcom

    Apindo-Swedia Jajaki Bisnis Energi Terbarukan

    Suci Sedya Utami - 10 April 2019 15:59 WIB
    Apindo-Swedia Jajaki Bisnis Energi Terbarukan
    Ilustrasi - - FOTO: AFP
    Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) melalui Pusat Kemitraan Strategis Internasional  atau International Strategic Partnership Centre (ISPC) menjajaki peluang bisnis proyek energi baru terbarukan (EBT) dengan Swedia. Kerja sama itu akan terjalin melalui Program Akselerator Bisnis Indonesia atau The Business Accelerator Program Indonesia (BAPI) 2019.

    Perwakilan Apindo Surya Dharma yang juga Chairman Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) mengatakan kerja sama ini telah terjalin sejak 2015. Selama ini kerja sama yang terbangun antara lain, capacity building seperti pertukaran pengetahuan dan transfer teknologi.

    Indonesia menargetkan bisa mencapai EBT sebesar 23 persen di 2025. Sedangkan Swedia memiliki target untuk tidak lagi menggunakan energi fosil dan menggantinya dengan energi bersih atau EBT pada 2030

    "Indonesia dengan 23 persen ini kan masih tertinggal jauh dibandingkan mereka, karena itu kita harapkan berbagai sektor baik G to G dan B to B kita tingkatkan termasuk dengan Swedia," kata Surya di Ruang Serba Guna APINDO, Gedung Permata Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 10 April 2019.

    Swedia berhasil menggabungkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tinggi dengan emisi karbon rendah. Ia mampu mencapai energi berkelanjutan dengan tetap mempertahankan biaya kompetitif. Untuk membangun upaya energi yang lebih berkelanjutan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral kedua negara juga telah menandatangani MoU pada Februari 2017.

    "Poin utama dari perjanjian kerja sama antara negara-negara kita adalah untuk memperkuat pertukaran pengetahuan dan meningkatkan bisnis pada efisiensi dan konservasi energi, solusi smart grid, serta pengembangan kapasitas dan penelitian dan pengembangan mengenai energi terbarukan dan misalnya masalah pengelolaan limbah, "kata Paul Westin dari Badan Energi Swedia.

    Surya menambahkan dalam pertemuan dengan Swedish Energy Agency kali ini terdapat beberapa perusahaan energi asal Swedia seperti Climacheck Sweden AB, Comsys AB, Dlaboratory Sweden AB, Frico AB, Grundels Fonstersystem AB, Hughes Power System dan Unipower AB yang hadir. Selama ini belum ada kesepakatan kerja sama untuk proyek EBT. 

    "Karena itu mereka bawa perusahaan dari Swedia, kita harapkan akan terjadi satu komunikasi,  memang belum tentu hari ini  tapi paling tidak sudah dimulai, nanti dengan teknologi yang mereka miliki dan pengalaman yang mereka miliki bisa ditransfer," tambah dia.

    Anders Larsson dari Unipower AB mengatakan kunci menembus pasar Indonesia ialah dengan menemukan mitra lokal yang baik dan strategis serta bekerja dalam jangka panjang. 

    "Kami mempertimbangkan memiliki bisnis jangka panjang di Indonesia karena potensinya dan dalam program ini, kami merasa didukung dalam membuat koneksi seperti itu," jelas Anders.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id