KESDM Merasa Berdosa Rasio Elektrifikasi NTT Rendah

    Suci Sedya Utami - 06 Februari 2020 20:55 WIB
    KESDM Merasa Berdosa Rasio Elektrifikasi NTT Rendah
    Ilustrasi. Foto : M/Irfan.
    Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat rasio elektrifikasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menjadi yang terendah di antara provinsi lainnya. Hingga akhir 2019 rasio elektrifikasinya sebesar 85 persen. Rasio tersebut meningkat dari 62 persen di 2018. Namun demikian di wilayah lainnya, rasio elektrifikasinya telah di atas 95 persen.

    "Kita dosa nih sama masyarakat timur terutama NTT," kata Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Investasi, Triharyo Soesilo di Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020.

    Adapun secara keseluruhan, hingga akhir tahun lalu rasio elektrifikasi nasional mencapai 98,89 persen. Sementara Menteri ESDM Arifin Tasrif menginginkan rasio elektrifikasi bisa mencapai 100 persen dalam dua tahun ke depan. Adapun sisanya yang belum teraliri listrik merupakan daerah terpencil.

    Dari perhitungan kementerian, total kebutuhan investasi untuk mencapai rasio elektrifikasi 100 persen adalah sekitar Rp10,7 triliun. Karenanya, lanjut dia, pemerintah mengarahkan PT PLN (Persero) untuk menggandeng investor untuk mempercepat penyambungan listrik di daerah terpencil. Di sisi lain, PLN bisa fokus merampungkan Proyek 35 Ribu MW.

    “Arahan Pak Menteri coba dorong investor, di dunia ternyata banyak investor yang dapat melistriki daerah tertinggal. Dari Amerika Selatan, Afrika, itu banyak sekali investor,” tutur Triharyo.

    Mengacu data Kementerian ESDM, untuk mencapai rasio elektrifikasi 100 persen, terdapat 4.325 desa dengan total 416.952 rumah tangga yang perlu dilistriki di seluruh Indonesia. Wilayah timur Indonesia menjadi prioritas mengingat kebutuhan investasi peningkatan rasio elektrifikasi di wilayah ini cukup tinggi, yakni di Papua Rp2,14 triliun, Papua Barat Rp784 miliar, NTT Rp 781 miliar, Maluku Rp780 miliar, Sulawesi Selatan Rp642 miliar, serta Maluku Utara Rp614 miliar.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id