Penghentian Ekspor Dinilai Positif bagi Pertumbuhan Industri Nikel

    Eko Nordiansyah - 15 November 2019 06:41 WIB
    Penghentian Ekspor Dinilai Positif bagi Pertumbuhan Industri Nikel
    Ilustrasi. FOTO: dok MI.
    Jakarta: Kesepakatan penghentian ekspor nikel yang dilakukan pemerintah dengan penambang nikel dan pengusaha smelter disambut positif. Kesepakatan tersebut merupakan langkah yang tepat karena memberikan efek positif pertumbuhan industri nikel.

    “Apa yang dilakukan pemerintah tentunya sudah menjadi langkah yang bagus bagi pengembangan industri di dalam negeri. Hanya saja pemerintah juga tetap membuat suatu aturan untuk mendukung kebijakan pelarangan ekspor nikel tersebut,” kata Pengamat Pertambangan ITB Irwandy Arif dalam keterangan di Jakarta, Kamis, 14 November 2019.

    Ketua Indonesia Mining Institute (IMI) ini menambahkan, larangan ekspor nikel akan memberikan manfaat jangka panjang bagi nilai tambah komoditas nikel. Terlebih Indonesia tengah mendorong industri kendaraan listrik yang bisa memanfaatkan hasil tambang nikel.

    “Dalam jangka panjang sudah pasti akan bermanfaat bagi industri baterai. Ini akan menjadi nilai tambah bagi industri pertambangan kita,” ungkap Irwandy.

    Pemerintah sebelumnya mempercepat pelaksanaan larangan ekspor nikel mentah. Alasan pemerintah memberlakukan larangan ekspor nikel mulai 1 Januari 2020 untuk mendorong pertumbuhan hilirisasi komoditas nikel. 

    Ke depannya, Indonesia akan fokus meningkatkan nilai tambah nikel berupa produk hilir yang nilainya jauh berkali-kali lipat dari harga jual produk hulu. Harga dari produk hulu bijih nikel hanya USD40 sampai USD45 per ton, sementara produk hilir nikel bisa mencapai USD17 ribu per ton. 

    Salah satu produk hilir yang akan dimaksimalkan Indonesia adalah baterai untuk kendaraan listrik atau Electronic Vehicle (EV). Apalagi industri kendaraan listrik ini diprediksi akan menjadi industri masa depan di dunia.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id