Ekspor LNG RI ke Tiongkok Berpotensi Diperpanjang hingga 2025

    Suci Sedya Utami - 28 November 2019 07:50 WIB
    Ekspor LNG RI ke Tiongkok Berpotensi Diperpanjang hingga 2025
    Ilustrasi. FOTO: AFP..
    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk menyatakan adanya potensi untuk memperpanjang kontrak penjualan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) ke Tiongkok untuk lima tahun. Sebab Tiongkok membutuhkan pasokan energi yang cukup besar.

    Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Syahrial Muktar mengatakan saat ini pihaknya masih akan bernegosiasi dengan Sinopec. Menurut dia Tiongkok memang membutuhkan gas dalam jumlah besar, apalagi ketika musim dingin.

    "Masih berpotensi tambah (penjualan), karena sampai midterm lima tahun, mereka sangat berminat. Mereka menyatakan berkeinginan untuk itu (memperpanjang kontrak)," kata Syahrial di Jakarta, Rabu, 27 November 2019.

    Sementara ini, PGN akan mengekspor LNG sebanyak enam kargo ke Tiongkok. Hal tersebut dilandasi oleh penandatangan perjanjian jual beli gas (PJBG) antara PGN dan Sinopec Corp. Berdasarkan perjanjian ini, PGN akan menjual LNG ke Sinopec mulai tahun depan. PGN akan memasok enam kargo LNG mulai awal Januari 2020. Pengapalan LNG akan dilakukan pada Januari, Februari, dan Maret.

    Pihaknya berharap penandatanganan PJBG bisa menjadi awal kolaborasi ke depan dengan perusahaan migas nasional Tiongkok itu.

    "Harapannya, kami bisa mengeksplorasi potensi penjualan LNG dan pengembangan infrastruktur LNG secara lebih jauh dengan kesempatan ini, dari mulai terminal, skala-skala kecil, bunker, dan sebagainya," ucap Syahrial.

    Ke depannya, PGN juga menargetkan akan menjual LNG ke perusahaan lain di Tiongkok selain Sinopec. Sehingga, penjualan LNG ke Tiongkok bisa signifikan. "Ada (selain Sinopec), nanti saya sampaikan. Bisa sekali (sampai puluhan kargo)," tutur Syahrial.

    Syahrial beralasan PGN masuk ke Tiongkok lantaran negara tersebut memiliki potensi besar untuk berbagai peluang bisnis, salah satunya energi. Berdasarkan kebutuhan energi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Tiongkok, impor energi tidak dapat terelakkan. Tiongkok membutuhkan sumber energi global untuk mengisi kesenjangan antara produksi energi dengan konsumsi yang meningkat.

    Terkait pasokan LNG yang dijual ke Tiongkok, lanjut Syahrial, tidak selalu dari sumber dalam negeri. PGN juga dapat mengirimkan pasokan LNG ini dari sumber di luar negeri. Sehingga, ekspansi bisnis ke luar negeri ini tidak akan mengganggu pasokan gas di dalam negeri.

    "PGN dapat membantu penjualan protofolio LNG yang dimiliki Pertamina dan menjalankan peran PGN sebagai sub holding gas," jelas dia.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id