PT CNI Tunjuk BUMN Bangun Konstruksi Smelter

    06 April 2019 10:06 WIB
    PT CNI Tunjuk BUMN Bangun Konstruksi Smelter
    Presiden Direktur PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) Derian Sakmiwata menandatangi perjanjian jasa konstruksi dengan Senior Vice President, Head of EPC Division, PT Pembangunan Perumahan (Persero), Nurlistyo. Foto: PT CNI
    Jakarta: PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) memantapkan komitmennya membangun pabrik ferronickel atau smelter. Pembangunan konstruksi smelter akan dipercayakan kepada perusahaan BUMN berbendera PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero. 

    Kedua perusahaan telah menandatangani perjanjian jasa konstruksi sebagai tanda dimulainya pembangunan infrastruktur utama dan infrastruktur pendukung ferronickel smelter di Jakarta, Jumat, 5 April 2019. Penandatanganan perjanjian dilakukan oleh Derian Sakmiwata selaku presiden direktur PT CNI dan Nurlistyo selaku senior vice  president, head of EPC Division PT PP.

    Presiden Direktur PT CNI, Derian Sakmiwata, mengatakan sengaja menggandeng PT PP sebagai semangat untuk memaksimalkan muatan lokal (local content). Hal ini seperti tertuang dalam Pasal 61 Peraturan Pemerintah No 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri. 

    Selanjutnya, PT PP akan segera memobilisasi dan mempersiapkan lokasi pekerjaan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara. "Groundbreaking di lokasi smelter akan dilakukan pada Mei 2019. Ditargetkan pembangunan infrastruktur smelter ini selesai pada akhir 2021," kata Derian. 

    PT PP akan bekerja di lokasi rencana pabrik yang telah disiapkan oleh PT CNI dengan luasan total 400 hektare. Derian menambahkan pembangunan ini juga merupakan bagian dari komitmen rencana pengembangan fasilitas pengolahan bijih nikel PT CNI yang mengadopsi teknologi rotary kiln electric furnace (RKEF). 

    Total kapasitas pabrik smelter yang direncanakan sebesar 4x72 mega volt ampere (MVA) dengan umpan 5 juta ton bijih nikel dan akan menghasilkan 230 ribu ton ferronickel dengan kadar nickel antara 22 hingga 24 persen. 

    Pembangunan smelter PT CNI akan dilakukan melalui tiga fase pembangunan, yakni fase pertam 1x72MVA,  fase kedua 1x72 MVA, dan fase ketiga 2x72MVA. Total investasi direncanakan sebesar USD705 juta di luar pembangunan fasilitas pelabuhan serta infrastruktur pendukung lainnya.

    Untuk penyediaan teknologi Smelter, kata Derian, PT CNI telah menunjuk ENFI China, salah satu perusahaan BUMN penyedia jasa engineering terbesar milik Pemerintah China. Perusahaan ini punya pengalaman lebih dari 60 tahun di bidang pengolahan dan pemurnian non-ferrous metal, terutama nikel. ENFI China akan menyelesaikan porsi engineering (E) dan procurement (P), sementara PT PP akan menyelesaikan porsi konstruksi (C).

    Lebih kompetitif

    Smelter RKEF, kata Derian, direncanakan akan menggunakan tipe rectangular furnace yang dilengkapi dengan copper cooling system. Penggunaan sistem ini akan memberikan kapasitas pengolahan yang lebih besar dari RKEF circular pada umumnya. Sebaliknya, interval maintenance akan lebih panjang dan memberikan biaya operasional yang lebih kompetitif.  

    Kebutuhan listrik proyek ini akan dipasok dari jaringan listrik PLN dengan total kapasitas 350 MVA. PT CNI dan PLN telah menandatangi Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL). 

    Saat ini, PT CNI merupakan pelanggan premium/platinum yang diberikan keutamaan dan jaminan pasokan listrik. "PLN juga telah menyiapkan dukungan tenaga listrik bagi PT CNI untuk kebutuhan selama masa konstruksi," katanya.

    Senior Vice President, Head of EPC Division PT PP, Nurlistyo, menyambut baik kepercayaan yang diberikan PT CNI. "Kami sangat mengapresiasi langkah PT CNI dalam mewujudkan komitmennya dalam membangun smelter. Kami akan segera bekerja untuk memulai pembangunan konstruksi smelter di lokasi PT CNI," terangnya.




    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id