PLN Lelang Pembangkit EBT di Lima Wilayah

    Suci Sedya Utami - 26 Juli 2019 08:15 WIB
    PLN Lelang Pembangkit EBT di Lima Wilayah
    Ilustrasi (MI/MOHAMAD IRFAN)
    Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) bakal melelang pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) di lima wilayah yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Lelang akan dilakukan pada kuartal III tahun ini.

    Executive Vice President Energi Baru dan Terbarukan (EBT) PLN Zulfikar Manggau mengatakan total kapasitas pembangkit di Kalimantan Selatan 70 Megawatt (MW), Jawa Barat 150 MW, Banten 100 MW, dan Jawa Tengah 150 MW. Sedangkan untuk di NTT masih dalam kajian untuk menentukan kapasitas.

    Ia bilang pembangkit yang akan dilelang yakni Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Dia menjelaskan pembangkit jenis EBT memiliki sifat intermitensi, sehingga tidak mampu memberikan daya 24 jam sehari.

    Maka ketika satu pembangkit tidak memiliki daya yang maksimal, jenis pembangkit lainnya bisa menggantikan.  "Itu bukan hanya PLTS, tapi juga PLTB. Jadi kami kelompokan pembangkit setidaknya PLTS dengan PLTB, karena kan sifatnya intermiten," kata Zulfikar, di Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019.

    Zulfikar mengatakan PLN terlebih dahulu akan melakukan studi kelayakan proyek yang akan dilelang. Dia bilang butuh waktu satu bulan ke depan untuk menyelesaikan. Adapun perusahaan yang akan mengikuti lelang berasal dari Daftar Penyedia Terseleksi (DPT).

    PLN sebelumnya telah melelang PLTS di Bali Barat dan Bali Timur berkapasitas 50 MW. Ini merupakan lelang ulang yang dilakukan pada tahun lalu. Pelelangan tersebut belum menentukan produsen listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) yang menang karena ditemukan adanya proses yang tidak sesuai dengan prosedur.

    PLN mencatat setidaknya ada 60 perusahaan yang berminat untuk mengikuti lelang proyek pembangkit listrik tenaga surya di Bali Barat dan Bali Timur. Zulfikar menyampaikan pihaknya masih membuka pengajuan penawaran hingga satu bulan mendatang, mulai dari mengajukan kelengkapan syarat administrasi, pengajuan harga, hingga kesiapan teknis.

    "Di Bali yang daftar cukup banyak, ada (sekitar) 60 perusahaan Daftar Pelaksana Terseleksi (DPT) yang ikut lelang. Akhir Agustus Insyaallah bidding submission selesai," tutup Zulfikar.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id