Perusahaan Tambang Bakal Dipaksa Eksplorasi Demi Tambah Cadangan

    Suci Sedya Utami - 12 Desember 2019 09:05 WIB
    Perusahaan Tambang Bakal Dipaksa Eksplorasi Demi Tambah Cadangan
    Ilustrasi. Foto: AFP.
    Jakarta: Pemerintah akan mewajibkan perusahaan tambang yang telah berproduksi untuk melakukan kegiatan eksplorasi di wilayah baru. Kegiatan ekplorasi diperlukan untuk menambah sumber daya dan cadangan mineral dan batu bara nasional.

    Kasubdit Pengawasan Usaha Operasi Produksi dan Pemasaran Batubara Ditjen Minerba Kementerian ESDM Dodik Ariyanto mengatakan dari data Badan Geologi di akhir 2018, jumlah cadangan batu bara hampir mencapai 40 miliar ton yang terbagi oleh cadangan terkira 17,56 miliar ton dan cadangan terbukti sebesar 22,33 miliar ton. Serta sumber dayanya mencapai 151,39 miliar ton.

    Dodik mengatakan besaran tersebut dinilai masih kecil oleh beberapa pihak. Ia bilang hal ini dipengaruhi oleh serapan belanja modal untuk ekplorasi yang hanya sekitar tiga persen dari total investasi yang dikeluarkan. Padahal, investasi alokasi investasi ekplorasi dalam tiga tahun ke belakang mengalami peningkatan dari USD65,5 juta di 2016 menjadi USD146 juta di 2018.

    "Serapan expenditure ini yang coba kami tingkatkan dengan berbagai kebijakan selanjutnya. Ada beberapa yang kita usulkan untuk kegiatan eksplorasi yang pada akhirnya akan meningkatkan sumber daya dan cadangan," kata Dodik dalam Indonesia Mining Outlook 2020, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Desember 2019.

    Nantinya perusahaan akan diwajibkan untuk melakukan eksplorasi lanjutan setiap tahun. Perusahaan yang wilayah tambangnya sudah beroperasi dan berproduksi tetap harus menyediakan anggaran untuk kegiatan eksplorasi lanjutan.

    "Walaupun sudah produksi namun tetap wajib melakukan eksplorasi pada wilayah yang belum dieksplorasi," tutur dia.

    Usulan lainnya yakni mendukung perusahaan tambang baru atau yang masih junior untuk melakukan eksplorasi. Selain itu menugaskan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melakukan eksplorasi di lapangan hijau (greenfield area).

    Kemudian mendorong sinkroisasi kegiatan eksplorasi tambang dengan sektor lain. Sebab, dia bilang selama ini banyak kegiatan eksplorasi tambang yang terkendala status lahan yang masih berada pada wilayah hutan. Pihaknya pun telah mencoba berkoordinasi dengan sektor kehutanan terkait penggunaan lahan tersebut.

    "Dengan adanya langkah-langkah ini diharapkan kegiatan eksplorasi akan meningkat dan investasi juga meningkat. Pada akhirnya bisa meningkatkan cadangan dan sumber daya nasional," jelas Dodik.

    Selain batu bara, komoditas mineral seperti bauksit memiliki cadangan mencapai 2,38 miliar ton dan sumber daya sebesar 3,3 miliar ton. Besi cadangannya mencapai 3,07 miliar ton dan sumber dayanya sebesar 12,07 miliar.

    Lalu emas primer cadangannya sebesar 3,02 miliar ton dengan sumber daya mencapai 11,40 miliar ton. Kemudian nikel cadangannya sebesar 3,57 miliar ton dengan sumber daya sebesar 9,31 miliar ton.

    Perak cadangannya sebesar 2,76 miliar ton dengan sumber daya mencapai 6,44 miliar ton. Tembaga cadangannya mencapai 2,76 miliar ton dengan sumber daya sebesar 12,46 miliar ton.

    Emas alluvial cadangannya sebesar enam ribu ton dengan sumber daya mencapai 1,61 miliar ton. Serta timah cadangannya sebesar 1,20 miliar ton dengan sumber daya mencapai 3,87 miliar ton.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id