Pertamina Alokasikan Investasi Rp109,9 Triliun untuk 2020

    Suci Sedya Utami - 28 November 2019 19:40 WIB
    Pertamina Alokasikan Investasi Rp109,9 Triliun untuk 2020
    Pertamina. Foto : MI/SAFIR MAKKI.
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) atau investasi untuk tahun anggaran 2020 sebesar USD7,8 miliar atau setara Rp109,9 triliun.

    Besaran tersebut mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan yang dialokasikan tahun ini sebesar USD4,5 miliar atau setara Rp64,43 triliun di tahun ini.

    Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyampaikan dari anggaran tersebut sebesar 60 persennya akan dialokasikan untuk kegiatan hulu di tahun depan. Dia bilang terutama paling banyak dialokasikan di Blok Mahakam.

    "Ini angkanya cukup besar di tahun depan, kami mengalokasikan USD3,7 miliar untuk investasi di huku yang sebagian besar kami alikasikan untuk eplorasi gas di Blok Mahakam," tutur Nicke dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 28 November 2019.

    Nicke memandang lokasi tersebut dianggap penting sebagai langkah perseroan dalam menjaga dan mempertahankan agar produksi di blok tersebut tidak semakin menurun.

    Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Pertamina akan mengebor 257 sumur di Blok Mahakam dengan nilai investasi USD1,5 miliar. Pengeboran sumur ini guna menahan pengeboran dilakukan di lima lapangan antara 2029-2025.

    "Barangkali ini sering dibahas bahwa Blok Mahakam ini turun produksi setelah di kelola Pertamina," kata Nicke di Jakarta, Selasa, 26 November 2019.

    Nicke mengatakan Pertamina mendapatkan hak kelola blok tersebut di awal 2018. Ia mengatakan saat Pertamina pertama kali mengambil alih blok tersebut telah mengalami penurunan produksi (decline rate) sebesar 57 persen. Sehingga tahun lalu dilakukan eksplorasi lebih masif.

    Misalnya saja di 2017, kegiatan pengeboran dilakukan hanya di empat sumur. Sementara di 2018, pengeboran dilakukan di 76 sumur dan di tahun ini bertambah menjadi 122 sumur. Hal tersebut dilakukan untuk menurunkan decline rate menjadi 25 persen.

    "Jadi Mahakam itu belum bisa kita tahan laju penurunannya karena ini mature field (lapangan tua). Oleh karena itu kita harus melakukan eksplorasi atau drilling (ngebor) besar-besaran. Tahun depan pun kita rencanakan sama sekitar 122 sumur," jelas Nicke.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id