Pindah ke Tambang Bawah Tanah, Freeport Akui Produksi Anjlok 50%

    Suci Sedya Utami - 19 Februari 2020 18:46 WIB
    Pindah ke Tambang Bawah Tanah, Freeport Akui Produksi Anjlok 50%
    Area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua. Foto: Antara/Muhammad Adimaja



    Jakarta: PT Freeport Indonesia (PTFI) mengakui produksi dalam bentuk bijih mineral (ore) mengalami penurunan 50 persen. Anjloknya produksi tersebut karena perpindahan kegiatan tambahan dari area terbuka (open pit) di Grasberg ke tambang bawah tanah tanah.

    Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan saat ini sudah tidak ada lagi kegiatan penambangan di tambang Grasberg. Ia bilang proses penambangan terbuka telah selesai tahun lalu dan beralih ke tambang bawah tanah.






    "Penambangan bawah tanah yang kami sedang kembangkan di bawah, persis di open pit. Sehingga untuk dapat dibangun sepenuhnya kegiatan di atasnya harus berhenti dan menyebabkan produksi kami tahun lalu dan kini berkurang 50 persen," kata Tony dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Februari 2020.

    Tony mengatakan produksi tersebut diharapkan meningkat menjadi 75-80 persen pada 2021. Serta akan kembali normal di 2022 atau mencapai 220 ribu ton per hari.

    Ditemui di tempat yang sama juru bicara PTFI Riza Pratama mengharapkan meskipun menurun diharapkan produksi tahun ini bisa di atas tahun lalu. Kendati demikian, ia tidak menyebutkan angka pastinya. Riza bilang produksi tahun ini seluruhnya akan berasal dari tambang bawah tanah.

    Ia mengatakan penurunan produksi tersebut tentunya membuat pendapatan untuk daerah Papua berkurang seperti pajak dan pendapatan lainnya. Riza bilang hal tersebut operasional di tambang bawah tanah masih belum optimal.

    Peralihan tambang tersebut, menurut Riza yang membuat ekonomi Papua terpuruk karena pendapatannya juga berkurang. Namun dia memastikan peralihan tersebut tidak mengurangi jumlah karyawan atau pekerja.

    "Pengurangan mungkin ada tapi mungkin bukan pengurangan di karyawan langsung, mungkin di kontraktor misalnya bagian tambang tertentu kalau sudah selesai ya," jelas Riza.

    Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan peralihan peralihan kegiatan tambang Freeport dari tambang terbuka menjadi tambang bawah tanah (underground mining) menyebabkan produksi tembaga dan emas Freeport turun dan berdampak pada merosotnya kinerja ekonomi di Papua.

    "Penyebab utamanya adalah Freeport. Penurunan produksi karena ada sistem tambang yang ada di sana itu yang menyebabkan papua mengalami kontraksi yang cukup dalam -15 persen pada 2019," kata Kepala BPS Suhariyanto.

    Dirinya mengatakan sejak akhir 2018, ekonomi Papua selalu tumbuh negatif. Di kuartal IV-2018, pertumbuhannya -17,95 persen setelah di tiga kuartal sebelumnya tumbuh masing-masing sebesar 6,20 persen di kuartal tiga, 23,89 persen di kuartal II, dan 26 persen di kuartal I.

    Pertumbuhan negatif berlanjut di kuartal I tahun 2019 yang sebesar -18,66 persen, kuartal II -23,91 persen, kuartal II -15,05 persen dan kuartal IV -3,73 persen.

    Dari catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya dalam rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) perusahaan yang diajukan terjadi penurunan target produksi Freeport dari tahun 2018 sejalan dengan adanya transisi tambang Grasberg ke tambang bawah tanah.

    Direktur Mineral Yunus Saefulhak mengatakan tahun 2018 realisasi produksi bijih tembaga mentah atau ore mencapai 270 ribu ton per hari dengan jumlah produksi konsentratnya mencapai 2,1 juta ton dalam setahun. Dari produksi konsentrat tersebut sebanyak 1,2 juta ton diperuntukan untuk ekspor sedangkan 800 ribu tonnya disalurkan ke PT Smelting Gresik untuk dilakukan pemurnian dan pengolahan.

    Yunus mengatakan produksi konsentrat Freeport tahun 2019 diperkirakan hanya 1,2 juta ton. Dari jumlah tersebut 200 ribu ton akan diekspor dan satu juta ton akan diolah di PT Smelting Gresik.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id