Produksi Rokan Turun

Blok Cepu Kini Jadi Andalan

Suci Sedya Utami - 12 Januari 2019 12:30 wib
Ilustrasi (Foto: Kementerian ESDM)
Ilustrasi (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta: Direktorat Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan saat ini produksi Blok Rokan yang merupakan penyumbang lifting terbesar di Indonesia sudah tertinggal oleh Blok Cepu. Sebelumnya produksi Blok Cepu berada di bawah Blok Rokan yakni sebagai penyumbang lifting terbesar kedua di Tanah Air.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan Blok Rokan dulu pernah memproduksi minyak sebesar 1,2 juta barel per hari. "Sekarang tinggal 200-an ribu barel. Rokan sekarang tersalip oleh Cepu," kata Djoko, di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat, 11 Januari 2018.

Djoko menyadari secara alamiah produksi minyak akan turun. Dia tidak menampik apabila sumber minyak terus menerus diambil tentu lambat laun berkurang. Namun pemerintah tentu tidak diam saja melihat kondisi tersebut. Untuk jangka waktu pendek, lanjutnya, pemerintah berupaya menjaga produksi minyak tetap terjaga dan diharapkan bisa ditingkatkan.

Salah satunya, kata Djoko, Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu yang awalnya pada rencana pembangunan atau Plan of Development (PoD) hanya bisa memproduksi 165 ribu barel per hari. Lalu diupayakan menjadi 185 ribu barel per hari, kemudian menjadi 220 ribu barel per hari dengan memasang cooler.

"Mudah-mudahan ini kita jaga sampai 2021," tutur dia

Setelah 2021, lanjut dia, produksi di Lapangan Banyu Urip turun maka sebagai gantinya Lapangan Kedung Keris di blok migas yang sama akan menutup penurunan tersebut. Lapangan Kedung Keris mulai beroperasi tahun ini dan ditargetkan bisa menambah produksi Blok Cepu sebesar 10 ribu bph.


(ABD)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.