Pemerintah Prioritaskan PGN Serap Gas Produsen Hulu

    Suci Sedya Utami - 09 Januari 2020 06:27 WIB
    Pemerintah Prioritaskan PGN Serap Gas Produsen Hulu
    PGN. Foto : MI /amdani.
    Jakarta: Pemerintah akan memprioritaskan Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk menjadi pembeli utama produksi gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) sebelum produsen menawarkan ke pasar spot internasional atau diekspor.

    Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk memastikan harga gas bumi untuk industri bisa lebih murah. Plt Direktur Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan pihaknya akan meminta produsen LNG untuk menawarkan sisa produksi LNG yang belum terkontrak ke subholding gas tersebut terlebih dahulu.

    "Saya akan menyurati semua produsen LGN untuk tidak melelang spot kargo sebelum ditawarkan ke PGN," kata Djoko di Kementerian ESSDM, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Januari 2020.

    Djoko bilang, harga lelang akan disesuaikan dengan kemampuan PGN. Namun diupayakan agar harga gas nantinya yang dijual PGN hingga ke konsumen bisa sesuai dengan amanat Peraturan Presiden (Perpres) yakni sebesar USD6 per juta british thermal unit (million british thermal unit/MMbtu). Namun dipastikan harga jual ke PGN tidak akan merugikan produsen LNG nasional.

    Ia bilang pihaknya akan terlebih dahulu menunggu hasil hitungan PGN sebelum menyurati produsen LNG, sehingga bisa terbentuk harga gas USD6 per MMbtu.

    Harga LNG ini dihitung dari harga gas USD6 per MMbtu dikurangi biaya penyaluran gas. Saat ini, harga jual LNG di pasar spot internasional di bawah USD5 per MMbtu. Bahkan, PGN sempat memperoleh LNG domestik dengan harga USD4,85 per mmbtu.

    “Kalau posisi ini, berarti masih ada profit USD1,2 per mmbtu. Jangan tinggi-tinggi lah, yang penting ada selisih,” ujar dia.

    Menurut Djoko, harga gas USD6 per MMbtu ini akan berlaku untuk seluruh jenis industri dan diupayakan juga untuk pembangkit listrik yang belum memiliki kontrak gas. Namun, untuk kontrak gas ke pembangkit listrik yang sudah berjalan, tetap akan mengikuti ketentuan yang berlaku.

    Pemerintah, tambahnya, berkomitmen merealisasikan harga gas hilir sebesar USD6 per mmbtu. Minimal, pihaknya akan mengupayakan harga gas di hulu maksimal USD6 per MMbtu.

    “Syukur-syukur di end gate juga (USD6 per MMbtu),” pungkas Djoko.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id