Pembangunan Proyek Transmisi 500 kV Jawa Bali Connection Dilanjutkan

    Suci Sedya Utami - 19 September 2019 08:15 WIB
    Pembangunan Proyek Transmisi 500 kV Jawa Bali Connection Dilanjutkan
    Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
    Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) tengah mencari pendanaan untuk membiayai pembangunan proyek jaringan transmisi 500 kilo volt (kV) di sistem Jawa Bali Connection (JBC).

    Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN Supangkat Iwan Santoso mengatakan proyek tersebut awalnya telah memiliki pendanaan. Namun karena mendapat protes dari masyarakat Bali maka pengerjaan proyek tidak dilakukan sehingga membuat pendanaan yang dipinjamkan hangus.

    Proyek ini sebelumnya diperkirakan menyedot investasi sebesar Rp4,8 triliun. Pendanaan untuk proyek tersebut berasal dari berbagai sumber yakni Bank Pembangunan Asia (ADB) USD224 juta, the ASEAN Infrastructure Fund Ltd (AIF) USD25 juta, Bank Pembangunan Jerman (KfW) USD100 juta, dan ekuitas PLN Rp223 miliar.

    "Dulu sudah ada pendanaan yang expired, sekarang kita cari lagi pendanaan pararel," kata Iwan, ditemui di Intercontinental Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu, 18 September 2019.

    Iwan menjelaskan saat ini proyek tersebut kembali mendapatkan izin dari Pemerintah Daerah Bali untuk dikerjakan. Namun syaratnya harus menggunakan energi bersih yakni perpaduan Saluran Udara Tegangan Ektra Tinggi (SUTET) dan kabel bawah laut.

    Iwan mengatakan jika tidak ada hambatan maka proyek JBC ditargetkan rampung di 2024. Saat ini pihaknya tengah mengurus izin sembari melakukan membidik pendanaan. Selain itu PLN juga tengah mematangkan studi kelayakan agar tidak bertentangan dengan kaidah lingkungan dan keekonomian.

    "2024 paling lama. Kita harapkan studi ini cepat selesai," tutur mantan Direktur Pengadaan Strategis II PLN.

    Proyek JBC akan mengalirkan listrik 2X800 Mega Watt (MW). Proyek ini menggantikan rencana proyek Jawa Bali Crossing yang ditolak oleh sejumlah pihak di pulau Dewata.

    Dalam proyek sebelumnya direncanakan akan dibangun dua tower raksasa dengan tinggi 376 meter yang akan menghubungkan kabel listrik dari Jawa dan Bali. Sebuah tower akan dibangun di Jawa, sementara satu lagi di Bali.

    Berbeda dengan itu, dalam JBC akan menggunakan empat tower yang dikombinasi dengan kabel bawah laut. Perinciannya, kabel dari Pulau Jawa akan membentang melalui tower, namun di tengah selat Bali, kabelnya akan ditarik ke bawah laut dan terhubung hingga mencapai pulau Bali.

    Hal ini untuk menghindari penolakan seperti yang terjadi pada Jawa Bali Crossing karena sejumlah pihak melarang Jawa dan Bali disatukan lewat kabel listrik di udara.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id