Jonan Harapkan Investasi UEA di Sektor Energi RI Lampaui USD5 Miliar

    Suci Sedya Utami - 05 Juli 2019 18:25 WIB
    Jonan Harapkan Investasi UEA di Sektor Energi RI Lampaui USD5 Miliar
    Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei kembali bertandang ke kantor Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
    Jakarta: Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohamed Faraj Al Mazrouei kembali bertandang ke kantor Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Jumat, 5 Juli 2019.

    Di hari kedua pertemuan tersebut, keduanya menindaklanjuti pembicaraan terkait potensi kerja sama di sektor energi. Jonan mengharapkan investasi UEA di Indonesia yang bakal dilakukan selanjutnya nilanya bisa melebihi USD5 miliar.

    "Ini masih dibicarakan, tapi kalau untuk energi biasanya besar-besar, miliaran dolar. Targetnya cobalah kira-kira bagaimana capai di atas USD5 miliar," kata Jonan usai pertemuan tersebut di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat.

    Sementara itu, Suhail mengatakan pihaknya terbuka untuk investasi di sektor upstream minyak dan gas (migas) terutama dalam mengembangkan lapangan-lapangan migas sehingga bisa meningkatkan produksi dan juga lapangan kerja di Indonesia.

    Suhail juga menyatakan UEA sangat tertarik untuk investasi di sektor energi baru terbarukan (EBT). UEA memiliki perusahaan bernama Masdar yang saat ini juga masih dalam proses untuk menjadi rekan anak usaha PLN, Pembangkitan Jawa Bali (PJB) dalam membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Cirata, Jawa Barat.

    "Kami memiliki teknologi dan keinginan untuk datang ke Indonesia, kami telah berdiskusi dan kita dapat menyelesaikan investasi baru dalam energi terbarukan di Indonesia," tutur dia.

    Namun tidak hanya di sektor energi, UEA juga melirik potensi kerja sama di sektor lainnya. Yang pasti, lanjut Suhail, UEA bakal investasi dengan nilai yang fantastik di Indonesia.

    "Kami tidak melihat untuk investasi yang kecil di sini, kami kumpulkan investasi bersama dikombinasikan dalam sebuah rencana aksi nilainya hingga multi billion dollar untuk investasi UEA ke Indonesia," jelas Suhail.

    Jonan menambahkan, pembicaraan dengan Suhail sesuai amanah dari Presiden Joko Widodo yang menginginkan adanya investasi dari Timur Tengah dengan nilai yang lebih besar. Investasi itu, lanjut Jonan, tidak harus di sektor energi namun juga di pariwisata, keuangan, dan lain-lain.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id