RI akan Hentikan Ekspor Gas ke Singapura pada 2023

    Antara - 06 Februari 2020 07:27 WIB
    RI akan Hentikan Ekspor Gas ke Singapura pada 2023
    Singapura. Foto ; AFP.
    Jakarta: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan Indonesia akan menghentikan pasokan gas bumi ke Singapura pada 2023 seiring dengan pembangunan ruas pipa transmisi gas bumi Cirebon--Semarang.

    Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa menjelaskan bahwa PT Rekayasa Industri (Rekind) sebagai pemenang lelang proyek tersebut akan mulai membangun setelah peletakan batu pertama dilakukan pada Jumat 7 Februari 2020. Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 24 bulan atau pada 2022.

    "Setelah Cirebon-Semarang, nanti kita juga akan bangun dari Dumai ke Sei Mangke, sehingga nanti ekspor yang dari Dumai ke Singapura itu kita stop 2023, untuk kebutuhan domestik," kata Fanshurullah dikutip dari Antara, Rabu, 5 Februari 2020.

    Fanshurullah menjelaskan bahwa setelah pipa Cirebon-Semarang terbangun, pasokan gas ke Singapura akan dialihkan untuk pemanfaatan gas di dalam negeri, terutama untuk memenuhi kebutuhan industri di Sumatera dan Jawa.

    Saat ini Indonesia mengalirkan gas bumi ke Singapura sebanyak 300 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari). Pembangunan ruas pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang diharapkan dapat mendorong pengembangan kawasan-kawasan industri baru di sepanjang jalur pipa gas tersebut.

    "Kawasan-kawasan industri yang menggunakan gas tidak perlu pakai BBM lagi, apalagi harga gasnya sudah dipatok lebih murah, sehingga nanti akan bernilai tambah. Pabrik keramik, baja, kaca, sarung tangan bisa tumbuh semua," kata Fanshurullah.

    Ke depan BPH Migas akan melaksanakan lelang ruas pipa transmisi seperti ruas Dumai- KEK Sei Mangke serta lelang Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) yang telah diusulkan oleh badan usaha sejumlah 193 wilayah untuk peningkatan pemanfaatan gas bumi di Indonesia

    Ada pun pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang memiliki panjang 255 kilometer dengan kapasitas desain 350-500 MMSCFD, nilai investasi USD169,41 juta, dan toll-fee (tarif angkut) USD0,36 per MMBTU.

    Tarif toll fee yang dijanjikan oleh Rekind ini, kata dia, lebih efisien, terbukti dengan toll fee mendekati nilai toll fee tertimbang nasional yaitu sebesar USD0,353 per MSCF.

    Saat ini Rekind telah melakukan MoU dan HoA dengan beberapa perusahaan di bidang gas bumi yang diharapkan dapat mengatasi kendala pasokan gas bumi tersebut.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id