Pemadaman Listrik Imbas Banjir Tidak Dapat Ganti Rugi

    Husen Miftahudin - 03 Januari 2020 09:41 WIB
    Pemadaman Listrik Imbas Banjir Tidak Dapat Ganti Rugi
    Ilustrasi. FOTO: MI/MOHAMAD IRFAN
    Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) menyebut pemadaman listrik akibat banjir tak akan mendapatkan kompensasi alias ganti rugi. Perusahaan listrik negara itu dibebaskan dari kewajiban pemberian kompensasi atas biaya listrik pelanggan yang terdampak banjir.

    General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) M Ikhsan Asaad mengatakan gangguan instalasi ketenagalistrikan gara-gara banjir bukan kelalaian PLN. Ketika banjir PLN harus menghentikan penyediaan tenaga listrik sementara demi menghindari kejadian tak diinginkan.

    "Pemadaman listrik terpaksa kami lakukan untuk keselamatan warga masyarakat dari bahaya sengatan listrik," ujar Ikhsan, kepada Medcom.id, di Jakarta, Jumat, 3 Januari 2020.

    Hal ini juga sesuai Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik Oleh PLN.

    Pada Pasal 8 di beleid itu disebutkan PLN dibebaskan dari kewajiban pemberian pengurangan tagihan listrik kepada konsumen apabila terjadi pemadaman listrik dalam keadaan kahar. Dalam hal ini keadaan kahar yang dimaksud adalah banjir.

    Menurut Ikhsan pemadaman listrik yang terjadi saat ini berbeda dengan kejadian mati listrik total atau blackout pada awal Agustus 2019. Pada saat itu PLN wajib memberikan ganti rugi kepada pelanggan yang terdampak.

    "Jadi padamnya listrik (saat ini) bukan karena ketidaksiapan pasokan listrik, tapi karena pemukiman warga yang kerendam banjir," ungkap dia.

    Wilayah Jakarta dan sekitarnya terendam banjir di awal 2020. Banjir terjadi akibat hujan deras mengguyur ibu kota semalaman setelah perayaan tahun baru. Hingga Selasa pagi, 2 Januari 2020, sebanyak 31.232 warga mengungsi akibat banjir yang melanda DKI Jakarta. Pengungsi tersebar di 269 lokasi pengungsian di 38 kecamatan terdampak.

    Selain itu, terdapat 16 orang meninggal akibat banjir. Korban meninggal paling banyak dari Jakarta, yakni delapan orang, Kota Bekasi satu orang, Kota Depok tiga orang, Kota Bogor satu orang, Kabupaten Bogor satu orang, Kota Tangerang satu orang, dan Tangerang Selatan satu orang.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id