19 Proyek Listrik Energi Terbarukan Belum Dapat Dana

    Desi Angriani - 15 Oktober 2019 08:12 WIB
    19 Proyek Listrik Energi Terbarukan Belum Dapat Dana
    Ilustrasi penggunaan energi terbarukan. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: Sebanyak 19 proyek pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) belum mendapatkan pendanaan (financial close). Proyek tersebut masuk ke dalam bagian dari 32 proyek yang sudah menandatangani kerja sama jual beli listrik (Power Purchasing Agreement/PPA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) 2018 lalu.

    Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Harris mengatakan dari 32 proyek tersebut, 19 proyek masih mencari pendanaan, sementara sembilan lainnya sudah melunasi kewajibannya dan sisanya sudah terminasi.

    "Ini kita senantiasa menyampaikan bahwa masih ada 32 yang perlu di tolong ya," katanya di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

    Ia menjelaskan proyek terminasi tidak bisa dilanjutkan. Hal tersebut lantaran upaya untuk mendapatkan sumber pendanaan sudah tertutup. Mayoritas proyek terminasi berada di Sumatra.

    "Banyak, Sumatra yang terminasi," ungkap dia.

    Menurutnya investor masih tertarik terhadap proyek energi terbarukan Indonesia. Namun, mereka melihat kembali potensi risiko dan imbal hasil dari proyek energi bersih tersebut.

    "Pengembalian nanti lancar apa enggak, ya kemudian menarik enggak sih ya. Melihatnya dari aspek itu bank kan punya pakem sendiri apa yang diminati," pungkasnya.

    Pada 2017 terdapat 70 PPA yang ditandatangani PLN dengan IPP. Total kapasitasnya mencapai 1.214,2 MW. Perinciannya, tenaga air (754 MW), minihidro (286,8 MW), panas bumi (86 MW), surya (45 MW), biomassa (32,5 MW), dan biogas (9,8 MW).

    Sementara pada 2018 terdapat lima PPA tambahan, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 350 MW, dua Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) dengan total kapasitas 11 MW, dan dua Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) dengan total kapasitas 11 MW.

    Jika dirinci, dari total 75 PPA yang diteken pada 2017 dan 2018, ada lima yang sudah beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date/COD). Kemudian, yang telah memasuki tahap konstruksi yakni 30 kontrak.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id