Pertamina-PLN Bentuk Joint Venture Bisnis Kelistrikan

    Suci Sedya Utami - 04 Oktober 2019 10:21 WIB
    Pertamina-PLN Bentuk <i>Joint Venture</i> Bisnis Kelistrikan
    Ilustrasi. MI/MOHAMAD IRFAN
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) sepakat membentuk modal patungan atau joint venture dalam bisnis kelistrikan berbasis gas, gas alam cair atau Liquefied Natural Gas/LNG). Selain itu, bersekapat untuk mengembangkan energi terbarukan di dalam maupun di luar negeri.

    Kesepakatan tersebut dijalankan oleh anak perusahaan masing-masing yakni PT Pertamina Power Indonesia (PPI) sebagai anak usaha Pertamina dan PT Indonesia Power (PI) sebagai anak usaha PLN. President Director PPI Ginanjar menyampaikan kerja sama kedua anak perusahaan BUMN ini merupakan perwujudan mimpi untuk mengoptimalkan human capital Indonesia.

    Sekaligus, lanjutya, meningkatkan keahlian dan kemampuan anak bangsa. Sebagai perusahaan nasional, tambahnya, tentunya hal ini menjadi kewajiban moral untuk selalu melakukan percepatan proses transformasi teknologi, pengetahuan, dan kemampuan, serta peningkatan expertise, dan capabilities agar Indonesia bisa mandiri.

    "Bisnis kelistrikan merupakan teknologi yang tentunya sangat bisa ditangani sendiri oleh anak bangsa," ujar Ginanjar, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Jumat, 4 Oktober 2019.

    Selain sepakat membentuk joint venture di bisnis kelistrikan, kata Ginanjar, kedua belah pihak juga sepakat menjalin kerja sama dalam bidang Operation & Maintenance (O&M) maupun sebagai pengembang Independent Power Producer (IPP) berbasis gas atau LNG dan energi baru terbarukan.

    Direktur Utama IP Ahsin Sidqi mengatakan dengan pengalamannya yang luas dan jam terbang yang tinggi dalam bidang O&M pembangkit listrik, diharapkan memberikan jaminan operasional yang handal dan nilai tambah berupa daya saing bagi proyek-proyek pembangkit yang saat ini sedang dikembangkan oleh PPI dan proyek-proyek yang akan dikembangkan bersama.

    Ahsin mengatakan hal ini selain menjadi ajang untuk mengenalkan keahlian yang sudah dimiliki, juga merupakan kesempatan yang baik untuk mengembangkan keahlian IP di proyek pembangkit dengan skala lebih besar. Kemudian untuk mengembangkan teknologi terkini yang tentunya akan menjadi kebanggaan bangsa.

    Adapun kerja sama pengelolaan proyek-proyek melalui sinergi kedua anak perusahaan BUMN bukan hanya memberikan keuntungan dalam pengembangan human capital dan teknologi keahlian, namun memberikan keuntungan ekonomis yang diciptakan oleh terjadinya Indonesian arus pertukaran modal yang pada akhirnya akan memberikan efek multiplayer pada ekonomi.
     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id