PLN Bakal Wujudkan Kelistrikan Pulau Bintan Tidak Pernah Padam

    Husen Miftahudin - 25 Oktober 2019 13:04 WIB
    PLN Bakal Wujudkan Kelistrikan Pulau Bintan Tidak Pernah Padam
    Gardu Induk Ngenang, salah satu gardu induk untuk mentransmisi penyaluran listrik di Pulau Bintan. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin
    Batam: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (UIWRKR) bakal mewujudkan Pulau Bintan sebagai wilayah dengan listrik yang tak akan pernah padam atau zero down time. Upaya tersebut bakal direalisasikan dengan membangun dua pembakit energi listrik dan tiga gardu induk.

    General Manager PLN UIWRKR M Irwansyah Putra menyebutkan dua pembangkit energi listrik yang segera dibangun ialah Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) sebesar 33 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 2x100 MW.

    PLTG dibangun di Tanjung Pinang dengan target pengoperasian komersial atau Commercial Operation Date (COD) pada 2020. Sementara PLTU dibangun di Bintan dengan target pengoperasian komersial pada 2023/2024.

    Selain proyek pembangkit, PLN UIWRKR juga akan segera membangun tiga Gardu Induk (GI) tambahan. Ketiganya ialah GI Lobam, GI Lagoi, dan GI Galang Batang dengan kapasitas masing-masing 1x60 megavolt ampere (MVA).

    "Infrastruktur (kelistrikan) akan kita buat sebagai kekuatan bagi kita, jangan nanti setelah pertumbuhan penduduk, pelanggan, baru kita buat sistem. Maka itu kita merencanakan dari sekarang untuk zero down time-nya Bintan," ujar Irwansyah, dalam Media Visit PLN di Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis, 24 Oktober 2019.

    Menurut Irwansyah pembangunan tiga gardu induk itu untuk menambah keandalan daya sistem kelistrikan ke masyarakat dan industri yang ada di Pulau Bintan. Saat ini, sudah ada lima gardu induk yang beroperasi di Pulau Bintan.

    Kelima gardu induk itu adalah GI Ngenang (1x10 MVA), GI Tanjung Uban (2x30 MVA), GI Sri Bintan (2x30 MVA), GI Air Raja (2x60 MVA), serta GI Kijang (2x30 MVA).

    "Saat ini gardu-gardu induk kita ada lima di Tanjung Pinang. Ini merupakan satu kekuatan bagi kita untuk lebih memberikan pelayanan prima di Bintan dimana kita bercita-cita memiliki zero down time di Bintan dengan kondisi lima GI," urainya.

    Irwansyah bilang, zero down time Pulau Bintan ditarget terlaksana pada 2021. Ia mengakui sistem kelistrikan di wilayah Bintan saat ini masih radial, sehingga saat ada pemeliharaan pembangkit, terjadi pemadaman listrik.

    "Sistem kelistrikan di Bintan ini masih radial, jadi masih satu penyulang, belum sistem loop atau sistem bunga yang bisa saling mengisi. Jadi kita akan membangun sistem loop di 2020, kita kembangkan, dan kita bangun sehingga zero down time ini bisa berjalan," tegas dia.

    Ia menjelaskan zero down time merupakan sistem keandalan listrik yang gardu-gardu induknya saling menopang ketika adanya pemeliharaan. Ketika ada pemeliharaan di satu gardu induk, maka gardu induk yang ada akan menopang transmisi dalam penyaluran listrik.

    "Zero down time adalah kita boleh memelihara jaringan kita, tetapi pelanggan kita tidak padam. Ini yang akan kita buat di Bintan karena lima gardu induk (yang kita punya saat) ini sudah kokoh dan kuat untuk sistem kelistrikan di pulau sebesar Bintan. Jadi cita-cita kita zero down time di 2021 dan di 2020 ini kita bangun infrastrukturnya," tutup Irwansyah.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id