Utang Selangit, Pemerintah Bakal Pailitkan Tuban Petro

    Suci Sedya Utami - 14 Januari 2015 08:57 WIB
    Utang Selangit, Pemerintah Bakal Pailitkan Tuban Petro
    Menko Perekonomian Sofyan Djalil -- FOTO: MTVN/Surya Perkasa
    medcom.id, Jakarta: Pemerintah sedang memutar otak untuk mencari solusi atas kusutnya tanggungan utang PT Turban Petrochemical Industries, termasuk anak usahanya PT Trans Petrpchemical Indotama (TPPI).

    Salah satu opsi yang ditawarkan pemerintah yakni mempailitkan perusahaan energi tersebut. "Aduh, kondisinya rumit sekali, barangkali pilihannya mungkin harus kita pailitkan," kata Menko Perekonomian, Sofyan Djalil, di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2015) malam.

    Sofyan cenderung memilih opsi tersebut daripada menyelamatkan dengan skema akuisisi, menurutnya terlalu sulit dilakukan karena masalah yang dimiliki TPPI tak hanya satu sampai dua masalah.

    "Enggak ada pilihan lain (kecuali pailitkan), siapa yang mau menghidupkan? Enggak mudah seperti itu, banyak sekali masalah," ucapnya.

    Meskipun dirinya percaya PT Pertamina (Persero) memiliki kompetensi untuk mengakuisisi TPPI, namun utang perusahaan tersebut terlalu besar yakni kira-kira sebesar USD1,8 miliar.

    Utang berjaminan (secured loan) antara lain sebesar USD375 juta kepada Pertamina, sebesar USD140 juta kepada SKK migas, dan lain-lain. Sedangkan utang tidak berjamin pada Pertamina sebesar USD230 juta dan kepada beberapa pihak lain.

    "Siapa yang akuisisi? Pertamina? Bebannya luar biasa berat. Utang Tuban Petro itu selangit gitu loh. Harusnya dari dulu waktu saya jadi Menteri BUMN saya pailitkan saja, tapi tertunda 10 tahun," tuturnya.

    Lebih lanjut, dirinya enggan membicarakan kapan rencana mempailitkan Tuban Petro akan dieksekusi. "Nanti kita lihat alternatif-alternatif, lebih cepat lebih paik," pungkasnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id