Anak Usaha Pertamina Dapat Pinjaman Rp262,3 Triliun

    Suci Sedya Utami - 03 Agustus 2019 07:37 WIB
    Anak Usaha Pertamina Dapat Pinjaman Rp262,3 Triliun
    Ilustrasi (MI/ADAM DWI)
    Jakarta: Anak Usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina EP Cepu, mendapatkan pendanaan senilai USD1,85 miliar atau setara Rp262,33 triliun dari konsorsium 12 bank untuk membiayai Proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB). Kesepakatan pendanaan ini merupakan salah satu yang terbesar di lingkungan anak perusahaan hulu Pertamina.

    Dalam transaksi ini, Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, selain MUFG Bank yakni bank komersial di bawah kelompok usaha Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc yang menjadi penasihat keuangan, facility agent, dan lead arranger, terdapat sindikasi yang melibatkan 12 bank.

    Dari jumlah tersebut tiga di antaranya adalah bank BUMN yakni BRI, Mandiri, dan BNI. Kesepakatan bisnis itu memiliki struktur pembiayaan hybrid yang unik yaitu menggabungkan pembiayaan konvensional dan untuk pertama kalinya pembiayaan syariah di bawah skema trustee borrowing (pinjaman wali amanat).

    Tiap bagian konvensional dan syariah memberikan fasilitas pembiayaan proyek dengan dua tenor yaitu 10 dan 15 tahun. Ia mengatakan kepercayaan sindikasi 12 bank terhadap Pertamina EP Cepu dalam pengelolaan Proyek JTB menunjukkan kredibilitas PEPC di mata lembaga keuangan internasional.

    "Hal itu dapat menjadi contoh bagi skema pembiayaan proyek lain yang dikelola anak usaha Pertamina,” ujar Fajriyah, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu, 3 Agustus 2019.

    Sementara itu, Direktur Utama Pertamina EP Cepu Jamsaton Nababan mengatakan, hingga semester 1-2019 kemajuan pembangunan proyek pengembangan lapangan gas unitisasi JTB menunjukkan kinerja yang positif dari aspek konstruksi ataupun pengeboran.

    “Kemajuan konstruksi Gas Processing Facilities (GPF) telah melampaui target di angka 25 persen atau lebih cepat satu persen dari target 24 persen,” ujar Jamsaton.

    Proyek pengembangan dan pemrosesan gas JTB terdiri dari pengembangan cadangan gas terbukti serta pembangunan dan pengoperasian fasilitas pemrosesan gas dan jaringan pipa di Jawa Timur. Proyek dengan kapasitas produksi penjualan gas sebesar 192 juta kaki kubik petr hari dan cadangan gas sebesar 2,5 triliun kaki kubik ini ditargetkan beroperasi pada 2021.

    Proyek JTB amat berperan dalam menegakkan kedaulatan energi nasional sebab gas yang dihasilkan akan dialirkan melalui pipa transmisi Gresik-Semarang yang dikelola PT Pertamina Gas (Pertagas) menjadi andalan dalam memenuhi permintaan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

    Gas akan dipasok ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok di Jawa Tengah dan PLTGU Jawa-3 di Jawa Timur dan ditargetkan akan membangkitkan listrik sebesar 779 mega watt sebagai bagian dari mega proyek pembangkit listrik 35 giga watt.

    “Teknologi yang digunakan dalam Proyek JTB, dirancang guna mendapatkan keandalan operasi dan aspek ramah lingkungan untuk berproduksi selama 25 tahun,” pungkas Jamsaton.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id