Jonan: Tak Ada Investor Kabur di Sektor Energi

    Suci Sedya Utami - 12 September 2019 19:06 WIB
    Jonan: Tak Ada Investor Kabur di Sektor Energi
    Menteri ESDM Ignasius Jonan. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani.
    Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan di sektor energi tidak ada investor yang kabur atau memilih pindah investasi dari Indonesia ke luar negeri.

    Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan kompetisi usaha di sektor ini sangat ketat sebab dilakukan berdasarkan lelang. Lelang dilakukan di setiap subsektor minyak dan gas (migas), ketenagalistrikan, mineral dan batu bara (minerba), dan energi baru terbarukan (EBT).

    "Di sektor ESDM enggak ada, karena di sektor ESDM kompetisinya sangat ketat, siapapun yang menang lelang, itu yang terbaik untuk negara," kata Jonan di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis, 12 September 2019.

    Jonan pun mengatakan di sektor energi pemerintah serius untuk membenahi iklim investasi. Hal ini, kata Jonan terlihat dari pemangkasan aturan-aturan penghambat dan tata cara investasi, sehingga yang tersisa tinggal tujuh.

    Namun Jonan tidak memungkiri kendati pemerintah pusat sudah menertibkan berbagai aturan, belum tentu juga diikuti oleh pemerintah daerah untuk melakukan langkah serupa.

    "Kalau saran saya ada konsensus nasional bagi semua pimpinan daerah supaya mau penyederhanaan investasi. Jangan kita di pusat potong aturan, di daerahnya enggak berubah," jelas dia.

    Dijumpai di lokasi yang sama, Kepala Satuan Kerja Khusus Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan di subsektor hulu migas pada umumnya pemerintah berupaya terus untuk membuat investasinya atraktif.

    Dia bilang salah satunya dengan akses buka data gratis yang diharapkan akan menarik minat investor untuk masuk. Memang kata Dwi, terkadang investor paling banyak mengeluhkan empat hal yakni kepastian aturan, harmonisasi antara pusat dan daerah, pembebasan lahan dan perizinan.

    "Empat hal itu yang mereka masih bertanya, tapi dengan terus melakukan sosialisasi ada beberapa contoh temuan yang sukses di Indonesia akan membuat investasinya masih menarik," kata Dwi.

    Salah satu contohnya yakni investasi Jepang di Blok Masela diklaim merupakan yang terbesar selama 35 tahun terakhir. Hal ini tentu membuka mata investor lainnya bahwa ada investor besar percaya untuk masuk ke Indonesia.

    Selain itu, lanjut mantan Direktur Utama PT Pertamina Persero) ini, dari 128 cekungan migas masih ada 78 yang belum diekplorasi. Cekungan ini dinilai memiliki potensi cadangan migas yang bisa ditawarkan ke investor.

    Lebih lanjut dia menambahkan salah satu bukti komitmen investor tertarik dengan investasi di Indonesia yakni dengan mendatangi SKK Migas dan bertanya lebih dalam serta berminat untuk melakukan studi bersama.

    "Pemerintah meupayakan untuk memberikan kemudahan-kemudahan pada mereka, sikap kita helpfull jadi mereka trust, jadi mereka akan investasi," jelas Dwi.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta kementerian/lembaga menginventarisasi seluruh perusahaan asing yang batal berinvestasi. Jokowi ingin mengetahui kendala dan penyebab penanaman modal asing itu batal masuk ke Indonesia.

    "Tolong dicek semuanya, saya minta dicek satu persatu masalahnya ada di mana biar segara debottlenecking dan jembatan apa yang menyebabkan sulitnya realisasi," ujar Jokowi.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id