2020, Pertamina Prioritaskan Belanja Modal untuk Blok Mahakam

    Suci Sedya Utami - 27 November 2019 07:37 WIB
    2020, Pertamina Prioritaskan Belanja Modal untuk Blok Mahakam
    Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) mengungkapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) bakal lebih banyak dialokasikan untuk kegiatan upstream atau di hulu pada 2020. Dalam hal ini, alokasi investasi hulu Pertamina mencapai 60 persen dari total investasi yang dianggarkan untuk tahun depan.

    Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan dari alokasi tersebut anggaran paling besar akan dipasok untuk kegiatan hulu di Blok Mahakam. Alokasi tersebut dianggap penting sebagai langkah dalam menjaga dan mempertahankan agar produksi di blok tersebut tidak semakin menurun.

    Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Pertamina akan mengebor 257 sumur di Blok Mahakam dengan nilai investasi USD1,5 miliar. Pengeboran sumur ini guna menahan pengeboran yang dilakukan di lima lapangan antara 2029-2025.

    "Barangkali ini sering dibahas bahwa Blok Mahakam ini turun produksi setelah di kelola Pertamina," kata Nicke, di Jakarta, Selasa, 26 November 2019.

    Nicke mengatakan Pertamina mendapatkan hak kelola blok tersebut di awal 2018. Ia mengatakan saat Pertamina pertama kali mengambil alih blok tersebut telah mengalami penurunan produksi (decline rate) sebesar 57 persen. Artinya tahun lalu dilakukan eksplorasi lebih masif.

    Misalnya saja di 2017, kegiatan pengeboran dilakukan hanya di empat sumur. Pada 2018, pengeboran dilakukan di 76 sumur dan di tahun ini bertambah menjadi 122 sumur. Hal tersebut dilakukan untuk menurunkan decline rate menjadi 25 persen.

    "Jadi Mahakam itu belum bisa kita tahan laju penurunannya karena ini mature field (lapangan tua). Oleh karena itu kita harus melakukan eksplorasi atau drilling (ngebor)  besar-besaran. Tahun depan pun kita rencanakan sama sekitar 122 sumur," ujar Nicke.

    Dirinya mengatakan Pertamina tidak ingin hal yang sama juga terjadi pada Blok Rokan. Pertamina telah mendapatkan hak untuk mengelola Blok Rokan mulai 2021 ketika masa kontrak pengelola sebelumnya yakni PT Chevron Pasific Indonesia berakhir. Karenanya saat ini Pertamina tengah melakukan transisi pengelolaan dengan bertukar informasi bersama Chevron.

    "Ini jadi concern kita juga sehingga nanti kita harapkan di Agustus 2021 tidak terjadi decline rate yang tinggi di Rokan karena Rokan jadi salah satu andalan produksi," pungkas Nicke.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id