Patuhi Pemangkasan Impor, Pertamina Optimalkan Penyerapan Minyak Domestik

    Suci Sedya Utami - 15 Januari 2020 10:51 WIB
    Patuhi Pemangkasan Impor, Pertamina Optimalkan Penyerapan Minyak Domestik
    Gedung Pertamina. FOTO: Setkab
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) akan mematuhi kuota impor minyak mentah (crude oil) yang ditetapkan pemerintah pada 2020. Bentuk kepatuhan yang dilakukan adalah dengan memangkas volume sebanyak 8.000 barel per hari (bph) atau 30 juta barel selama setahun

    Selain itu, Vice President Corporate Communications Pertamina Fajriyah Usaman mengatakan, Pertamina juga akan mengoptimalkan penyerapan minyak mentah dari dalam negeri yang didapat baik dari bagian pemerintah (government intake), anak perusahaan Pertamina, maupun pembelian bagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

    Fajriyah mengatakan pada 2019 total penyerapan crude dalam negeri dari tiga sumber tersebut di atas mencapai lebih dari 90 persen dari total produksi minyak mentah di Indonesia. Dari serapan itu, yang merupakan bagian minyak mentah yang berhasil diserap dari 43 KKKS mencapai lebih dari 147 juta barel (unaudited).

    Ia menambahkan jumlah tersebut melonjak lebih dari 1.000 persen dari total serapan dari KKKS di 2018 yang sebesar 10,1 juta barel. "Di 2020 bisa bertambah penyerapan dari 43 KKKS di tahun lalu. Kan bisa saja misalnya produksi tahun depan pada tinggi-tinggi, jadi deal kita per KKKS juga lebih tinggi," kata Fajriyah, kepada Medcom.id, Rabu, 15 Januari 2020.

    Dirinya menyatakan dengan adanya peningkatan penyerapan minyak mentah dalam negeri yang dapat diolah di kilang Pertamina, maka berkontribusi terhadap turunnya volume impor minyak mentah. Selama 2019, pembelian minyak mentah dari luar negeri (impor) sekitar 212 ribu barel per hari atau sekitar 23 persen dari total kebutuhan (intake) kilang.

    Jumlah tersebut, lanjutnnya, turun signifikan lebih dari 30 persen dibandingkan dengan 2018. Penyerapan minyak mentah dalam negeri ini juga berkontribusi untuk memperkuat devisa negara dan mengoptimalkan hasil dalam negeri dengan tetap mempertimbangkan aspek komersial.

    Untuk 2020, Pertamina tetap mengoptimalkan penyerapan minyak mentah domestik. Saat ini, Pertamina telah melakukan negosiasi dan bahkan sudah mencapai kesepakatan (deal) sekitar 74 persen dari KKKS yang memberikan penawaran.

    Ia menambahkan dari 43 KKKS di tahun lalu ada yang berkontrak hingga tahun ini dan ada juga yang habis hanya sampai 2019. Dia mengatakan setiap KKKS memiliki jangka waktu kontrak untuk memasok minyak ke Pertamina dengan jangka waktu yang berbeda-beda.

    "Itu negosiasinya B-to-B (business to business). Karenanya enggak bisa digeneralisasi semua KKKS karena deal-deal-annya berbeda," jelas dia.

    Sebelumnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas jatah impor minyak mentah (crude oil) PT Pertamina (Persero) di 2020. Di sisi lain, Pertamina diminta lebih agresif untuk menyerap crude dalam negeri.

    Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan pihaknya mengurangi jatah impor Pertamina sebanyak 8 ribu barel per hari (bph) atau sekitar 30 juta barel untuk 2020. Biasanya, Pertamina meminta jatah impor 80 juta barel setahun.

    "Sekitar 80 ribu bph belum berhasil kita beli. (Karenanya) impor crude-nya Pertamina saya kurangi 8 ribu bph per hari selama 2020," kata Djoko di Kantor Ditjen Migas, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 14 Januari 2020.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id