comscore

Wow! Penerimaan Negara Sektor Hulu Migas Capai Rp62 Triliun di Kuartal I

Annisa ayu artanti - 22 April 2022 15:37 WIB
Wow! Penerimaan Negara Sektor Hulu Migas Capai Rp62 Triliun di Kuartal I
Ilustrasi. Foto: dok Kementerian ESDM.
Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan penerimaan negara sektor hulu migas pada kuartal I-2022 mencapai USD4,36 miliar atau setara Rp62 triliun. Angka tersebut sudah mencapai 44 persen dari target penerimaan negara pada APBN 2022.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, perolehan pendapatan negara yang cukup tinggi tersebut didorong oleh harga minyak yang tinggi sampai kuartal I-2022. Selain itu, tercapainya angka tersebut juga berkat kontribusi pembelanjaan barang dan jasa yang dilakukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) secara efisien.
Tercatat, realisasi cost recovery sampai kuartal I-2022 sebesar USD1,39 miliar atau setara dengan 16 persen dari alokasi cost recovery yang mencapai sebanyak USD8,65 miliar.

"Penerimaan negara cukup besar di kuartal satu sudah mencapai 44 persen dari target setahun," jelasnya dalam konferensi pers, Jumat, 22 April 2022.

Dwi merinci, beberapa efisiensi yang dilakukan seperti pengadaan rig, pengeboran secara bersama dengan kontrak farm in, mengurangi inventory peralatan dengan melakukan sinkronisasi kebutuhan setiap KKKS yang telah memberikan hasil yang positif.

Lebih lanjut Dwi menyampaikan dari keseluruhan hasil penjualan minyak dan gas yang mencapai USD9,42 miliar, dari jumlah tersebut distribusi penerimaan untuk negara mencapai USD4,36 miliar atau sebesar 46,3 persen,

Adapun yang menjadi bagian KKKS sebesar USD3,36 miliar atau sebesar 38,9 persen, sedangkan sisanya adalah cost recovery sebesar USD1,39 miliar atau sebesar 14,8 persen.

Dwi menambahkan bahwa meskipun biaya-biaya KKKS dapat dijaga untuk efisien, beberapa aktivitas utama hulu migas di kuartal pertama 2022 sudah melampaui capaian pada triwulan yang sama tahun lalu.

"Pada kuartal pertama, jumlah pengeboran sumur eksplorasi, sumur pengembangan, workover dan well service lebih tinggi dibandingkan kuartal yang sama tahun 2021," ujarnya.

Berdasarkan data SKK Migas, pada periode ini, tercatat kegiatan pengeboran sumur eksplorasi sebanyak 5 sumur atau mencapai 125 persen dari raihan tahun lalu. Kemudian untuk pengeboran sumur pengembangan mencapai 162 sumur atau tercapai 213 persen.

Selanjutnya, kegiatan workover mencapai 146 pekerjaan atau mencapai 102 persen, serta untuk well service mencapai 7.265 kegiatan atau mencapai 131 persen dibandingkan triwulan pertama tahun 2021.

"Ini menunjukkan upaya koordinasi yang dilakukan oleh manajemen SKK Migas dengan melakukan kunjungan lapangan di awal tahun dan dilanjutkan koordinasi oleh fungsi terkait berjalan dengan baik," pungkasnya.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id