Kebutuhan Batu Bara Domestik 2020 Diproyeksi 150 Juta Ton

    Suci Sedya Utami - 11 Desember 2019 18:11 WIB
    Kebutuhan Batu Bara Domestik 2020 Diproyeksi 150 Juta Ton
    Ilustrasi. AFP/Noah Seelam
    Jakarta: Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan kebutuhan batu bara untuk pasar domestik atau domestik market obligation (DMO) mencapai 150 juta ton.

    Kasubdit Pengawasan Usaha Operasi Produksi dan Pemasaran Batubara Ditjen Minerba Dodik Ariyanto mengatakan angka tersebut merupakan hasil rekonsiliasi yang dilakukan kementerian dengan pengguna batu bara di dalam negeri.

    "PLN masih menjadi (pengguna) porsi terbesar yaitu sekitar 70 persen dari 150 juta ton," kata Didik dalam Indonesia Mining Outlook 2020 di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu, 11 Desember 2019

    Dodik mengatakan terjadi peningkatan kebutuhan domestik dari tahun ke tahun. Pada 2016, kebutuhan mencapai 76 juta ton, 2018 115 juta ton, dan 2019 rencana DMO sebesar 128 juta ton. Hingga Oktober, serapan DMO mencapai 95 juta ton dan diperkirakan hingga akhir tahun bisa diserap sebanyak 124 juta ton.

    Dodik menuturkan, serapan yang sering di bawah target menjadi komplain pengusaha batu bara. Padahal, pemerintah menargetkan lebih tinggi dengan tujuan untuk menjaga apabila ada kebutuhan lain di dalam negeri sehingga masih bisa dipenuhi.

    Sejauh ini, kata Dodik, secara volume seluruh kebutuhan batu bara di dalam negeri telah terpenuhi. "Pemerintah selalu berkomitmen untuk menjamin pasokan batu bara demi kepentingan dalam negeri,"  jelas Didik.

    Sementara itu Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan akan tetap mempertahankan patokan harga tertinggi dalam kebijakan DMO bagi sektor kelistrikan, yakni sebesar USD70 per ton di 2020.

    Dia bilang selama ini tidak ada keluhan mengenai harga yang diberlakukan tersebut. Sehingga pemerintah belum berencana melakukan penyesuaian harga untuk DMO batu bara demi menjaga kestabilan.

    "Kalau bisa stabil kenapa enggak," kata Arifin.

    Dirjen Minerba Gatot Ariyono mengatakan demikian juga untuk kuota. Dia bilang kuota batu bara untuk DMO tetap sebesar 25 persen dari produksi batu bara di tahun depan.

    "Yang jelas 25 persen kemungkinan tetap," jelas Bambang.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id